Memalukan, Kalah Bertanding Suporter Tulehu Putra Ngamuk

“Sepakbola Maluku tidak ada masalah kalau harus merangkak dan tertatih-tatih. Yang paling utama adalah bagaimana kita mau berupaya untuk membangkitkannya kembali. Apapun halangan, rintangan dan tantangan harus kita hadapi bersama sama,” harapnya.

Sepakbola Maluku, lanjut mantan Kakor Lantas Polri ini harus dimulai dengan semangat penuh kegembiraan, senyuman, kendati harus mengalami sedikit penderitaan.

“Mari kita terus maju menciptakan sepakbola Maluku yang mungkin sedikit redup. Polda, Kodam, Asprov PSSI, Gubernur dan kita semua mencoba membangkitkan sepakbola di negeri kita Maluku tercinta,” pintanya.

Kapolda menyampaikan ucapan terima kasih dan apresiasi yang tinggi kepada masyarakat dan seluruh stakeholder di Negeri ini, karena telah memberikan dukungan dan antusiasnya terhadap penyelenggaraan turnamen tersebut.

“Ada 12 kesebelasan bertarung dengan sportifitas yang tinggi. Hanya saja mungkin ada satu dua suporter yang masih belum menerima kekalahan dan kekurangan,” ujarnya.

Mantan Manager FC Bhayangkara ini meminta panitia, wasit dan petugas keamanan, agar selalu profesional dan netral di tengah masyarakat. Hal itu dilakukan agar sepakbola di Maluku bisa maju dan berkembang.

“Terima kasih kepada para kesebelasan, CEO-nya, managernya, pelatih, dan para pemain yang telah berjuang keras,” ucapnya.

Jenderal Bintang Dua itu mengaku dalam sepakbola pasti ada kalah dan menang. Semuanya butuh perjuangan yang berdarah-darah dan berkeringat-keringat.

“Tidak ada yang semua menang, dan tidak ada juga yang semua kalah. Semua itu butuh perjuangan yang tujuannya adalah mencapai suatu kedamaian dan terciptanya prestasi olahraga,” harapnya.

Royke mengaku selama turnamen berlangsung, pihaknya telah mendata sejumlah nama pemain yang akan dijual di tingkat Nasional.

Selanjutnya 1 2 3
Penulis:

Baca Juga