Bareskrim Usut Skandal Izin BPS di Gunung Botak

Maluku

Menanti Blok Masela: Pelni Ambon Siap “Tancap Gas” Jika Arus Logistik Mulai Membanjir

badge-check


Menanti Blok Masela: Pelni Ambon Siap “Tancap Gas” Jika Arus Logistik Mulai Membanjir Perbesar

KABARTIMURNEWS.COM.AMBON-Megaproyek gas Blok Masela di Kabupaten Kepulauan Tanimbar (KKT), Provinsi Maluku, bukan sekadar cerita tentang ladang gas abadi bernilai investasi Rp342 triliun.

Bagi industri pelayaran nasional, proyek strategis ini adalah magnet ekonomi baru yang siap mengubah peta konektivitas laut di kawasan selatan Maluku.

PT Pelayaran Nasional Indonesia (Pelni) Cabang Ambon mengonfirmasi mereka tengah bersiap menangkap peluang emas tersebut.

Pengembangan Blok Masela diproyeksikan bakal memicu lonjakan mobilitas penumpang, arus tenaga kerja, hingga lalu lintas distribusi logistik pendukung industri.

Meski demikian, sebagai operator pelayaran negara, Pelni memilih bersikap taktis dan terukur.

Kepala Cabang PT Pelni Ambon, Ridwan Mandaliko, menjelaskan konektivitas laut menuju Saumlaki—yang menjadi pintu gerbang darat menuju kawasan pengembangan Blok Masela—sebenarnya sudah terakomodasi dengan baik.

Saat ini, rute tersebut rutin dilayani oleh tiga armada andalan Pelni: KM Pangrango, KM Leuser, dan KM Sangiang.

“Konektivitas ke Saumlaki sudah tersedia dan kami masih sangat mampu memfasilitasi kebutuhan angkutan ke wilayah tersebut untuk saat ini,” kata Ridwan di Ambon.

Mengingat proyek hulu migas raksasa ini masih berada pada tahap awal pengembangan (early stage), manajemen pusat Pelni belum menerbitkan instruksi khusus untuk menambah kapal atau membuka rute baru yang spesifik mendedikasikan diri untuk Blok Masela.

“Segala pergerakan armada masih mengikuti pola rute nasional yang telah berjalan,” kata dia.

Sikap hati-hati Pelni sangat beralasan. Penambahan armada atau perubahan rute pelayaran bukanlah perkara mudah yang bisa diputuskan dalam semalam.

“Ada kalkulasi bisnis dan koordinasi regulasi yang matang di belakangnya,” tandasnya.

Namun, Ridwan menegaskan mata Pelni terus mengawasi denyut nadi aktivitas di lapangan. Begitu ada sinyal lonjakan permintaan, mereka tidak akan ragu untuk segera mengevaluasi rute.

“Kalau nanti mobilisasi penumpang maupun barang memang meningkat, kami segera sampaikan evaluasi ke manajemen pusat. Langkah selanjutnya adalah kajian bersama dengan Kementerian Perhubungan untuk opsi menambah kapal atau meningkatkan frekuensi pelayaran,” jelasnya.

ANGKA FANTASTIS

Wajar jika Pelni bersiap siaga. Blok Masela yang terletak sekitar 160 kilometer lepas pantai Pulau Yamdena ini menyimpan cadangan gas raksasa sebesar 18,54 triliun kaki kubik.

Dengan target produksi perdana pada tahun 2029, proyek senilai 20,94 miliar dolar AS ini diperkirakan akan menyedot lebih dari 12.600 tenaga kerja selama fase konstruksi hingga operasional berjalan.

Pergerakan ribuan manusia dan berton-ton logistik inilah yang nantinya akan menjadi bahan bakar utama bagi Pelni untuk melakukan ekspansi layanan.

Pada akhirnya, komitmen Pelni Ambon sudah bulat: memastikan laut Maluku tetap terkoneksi dengan andal, siap mengawal salah satu proyek migas terbesar di Indonesia ini bertransformasi dari sekadar potensi menjadi roda penggerak ekonomi yang nyata. (AN/KT)

Tinggalkan Balasan

Baca Juga

Resmi Groundbreaking Blok Masela Dari Jakarta, Presiden: Ini Utang Saya ke Rakyat Maluku

16 Juli 2026 - 22:47 WIT

BP2JK Maluku Diduga Jadi Sarang Suap Tender Proyek Kontraktor “Kakap”

15 Juli 2026 - 22:26 WIT

BPJN Maluku Pastikan Preservasi Jalan Seram–Wailoping Jalan Sesuai Kontrak Multi Years Hingga Oktober 2026

15 Juli 2026 - 22:00 WIT

Polda Maluku Pastikan Keamanan Kunjungan Presiden ke Blok Masela

14 Juli 2026 - 22:53 WIT

Kongkalikong di Balik WC Banda Naira: Anggaran Cair 100 Persen, Keringat Ratusan Juta Tukang Malah Ditipu

14 Juli 2026 - 22:04 WIT

Trending di Malteng