Dia mengingatkan, tugas dan tanggung jawab Tim Penggerak PKK bukanlah persoalan mudah. Sebab tim ini menyatakan diri sebagai mitra kerja pemerintah dan organisasi kemasyarakatan yang berfungsi sebagai fasilitator, perencana, pelaksana, pengendali dan penggerak pada masing-masing jenjang untuk terlaksananya program-program PKK.
Kesiapan dan penguatan organisasi tim penggerak PKK di kecamatan dan desa harus segera didorong, termasuk penguatan kelompok dasawisma dan posyandu sebagai institusi yang sangat potensial di akar rumput.
“Saya sangat berharap seluruh jajaran tim penggerak PKK di semua jenjang segera membentuk dan mengaktifkan kembali kelompok dasawisma. Penting bagi ibu-ibu untuk melakukan revitalisasi kegiatan PKK pada tingkat ohoi dan dasawisma,” kata Bupati.
Selain itu, harus disadari bahwa keberhasilan program-program kesejahteraan keluarga sangat ditentukan oleh keterpaduan antara gerakan keswadayaan dan partisipasi masyarakat dengan bimbingan dan fasilitasi teknis dari berbagai instansi/lembaga terkait, yang terwadahi dalam tim pembina tim penggerak PKK.
“Karena itu, pimpinan OPD terkait harus membantu tim penggerak PKK sesuai dengan tugas pokok dan fungsinya. Tim penggerak PKK dapat menjadi perekat antara fungsi-fungsi pemerintahan dan juga berperan sebagai unsur terdepan yang akan menggalang peran serta masyarakat,” tandas Bupati. (AN/KT)


























