Pemda Malra, kata Hanubun, memberikan perhatian serius terhadap tantangan-tantangan itu melalui pelaksanaan visi pembangunan bersama demi terwujudnya masyarakat Malra yang mandiri, cerdas, demokratis, dan berkeadilan.
“Semua akan kami wujudkan melalui program-program prioritas dengan dukungan masyarakat. Pemda tidak dapat berbuat banyak tanpa dukungan dari segenap komponen masyarakat termasuk Gereja,” kata dia.
Hanubun optimistis persidangan jemaat GPM Anugerah Ohoijang mampu secara arif melakukan evaluasi terhadap program-program kerja sesuai rencana strategis jemaat yang dilaksanakan pada tahun sebelumnya, serta mampu untuk merumuskan dan menetapkan program-program kerja yang berkualitas untuk satu tahun ke depan, yang dapat menunjang program-program Pemda bagi kesejateraan masyarakat di daerah ini.
Dalam APBD Malra, Pemda menghibahkan Rp 600 juta bagi lembaga pendidikan dibawah naungan GPM, yakni SMP dan SMA Anugerah. Terkait ketersediaan tenaga guru juga menjadi perhatian serius Pemda Malra bersama instansi terkait.
Menyangkut pembangunan Gereja Protestan di Langgur, ibu kota Malra, kata Hanubun menjadi perhatian serius Pemda dan direncanakan pada tahun 2020. “Tahun ini kita berupaya untuk menyelesaikan pembangunan dua Gereja Katolik yakni Gereja Katedral Langgur, dan Gereja St Josep Ohoijang,” katanya.
Hal lain yang juga menjadi perhatian adalah adanya Gedung Pesparawi di Malra. “Karena itu, kita upayakan mencari lahan untuk pembangunannya serta anggarannya,” imbuh Hanubun. (AN/KT)


























