KABARTIMURNEWS.COM.TIAKUR-Hubungan historis dan ikatan darah antara Timor-Leste dan Indonesia, khususnya Kabupaten Maluku Barat Daya (MBD), bersiap memasuki babak baru.
Pemerintah Republik Demokratik Timor-Leste (RDTL) menginisiasi pembukaan kembali jalur perdagangan lintas negara untuk memperkuat ekonomi kawasan sekaligus merajut kembali tali persaudaraan yang telah terjalin sejak lama.
Inisiatif strategis ini dibahas secara mendalam dalam ajang Atauro Weekly Export Market di Atauro, Timor-Leste, pada 16 Oktober 2026. Pertemuan ini mempertemukan Pemerintah Kabupaten MBD, para pelaku usaha, serta masyarakat dari wilayah Wetar dan Wetar Barat.
Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten MBD, Eduard J. S. Davidz, yang hadir atas undangan resmi Kementerian Perindustrian dan Perdagangan RDTL, mengungkapkan pembukaan kembali jalur perdagangan ini memiliki makna emosional yang mendalam.
Sebelum tahun 1999, Timor-Leste merupakan pasar utama bagi produk-produk asal MBD. “Inisiatif ini bukan sekadar urusan ekonomi, tetapi berkaitan erat dengan hubungan historis, kekerabatan, dan ikatan darah yang telah lama terjalin,” ujar Sekda Eduard Davids.
Dalam pertemuan yang dibuka Menteri Perindustrian dan Perdagangan RDTL, Filipus Nino Pereira, kedua belah pihak turut membahas langkah-langkah teknis agar perdagangan lintas batas ini dapat berjalan secara resmi dan legal.
Kementerian Perindustrian dan Perdagangan Timor-Leste nantinya akan berkoordinasi langsung dengan kementerian terkait di Indonesia, sementara Kabupaten MBD menyiapkan instrumen pendukung di tingkat lokal.
Pertemuan tersebut memetakan berbagai komoditas andalan MBD yang siap dipasarkan ke Timor-Leste, di antaranya: Hasil Perikanan & Kelautan: Ikan, lola, teripang, dan batu laga. Hasil Perkebunan: Pala, cengkeh, kopra, jambu mete, dan madu dan Hasil Peternakan: Sapi, kambing, babi, kerbau, dan ayam.
Menariknya, sopi kisar turut menjadi sorotan khusus dalam diskusi. Komoditas khas ini dijajaki peluang pemasarannya ke Timor-Leste, termasuk sebagai bahan baku minuman beralkohol yang diproduksi di sana.
Guna memperlancar arus barang dan manusia, Pemerintah RDTL berencana membuka konektivitas transportasi laut yang menghubungkan kedua wilayah. Rute pelayaran yang sedang dijajaki meliputi Rute Utama: Dili – Atauro – Lirang – Ilwaki – Kisar – Leti – Moa (pulang-pergi), dan Perluasan Rute: Kemungkinan menghubungkan sejumlah distrik di bagian timur Timor-Leste, termasuk Baucau dan Lautém.
Selain mempermudah mobilitas ekonomi, jalur laut ini diharapkan kian memudahkan masyarakat kedua negara untuk saling mengunjungi sanak saudara yang terpisahkan oleh batas negara.
Di sektor pariwisata, Pemkab MBD juga berharap wisatawan mancanegara yang berkunjung ke Timor-Leste dapat melanjutkan perjalanan mengeksplorasi keindahan alam dan budaya Maluku Barat Daya. (KT)
























