KABARTIMURNEWS.COM.DOBO-Memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-75 Ikatan Bidan Indonesia (IBI), Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB) Kabupaten Kepulauan Aru tancap gas.
Sebanyak 1.303 ibu ditargetkan menerima layanan Keluarga Berencana (KB) pascapersalinan dalam sebuah gerakan pelayanan serentak yang masif.
Kepala DPPKB Kepulauan Aru, Aris Frits Irianto Gainau, menegaskan target ini bukan sekadar angka, melainkan langkah strategis untuk memperluas penggunaan Metode Kontrasepsi Jangka Panjang (MKJP).
Hal ini dianggap krusial dalam mendukung pembangunan keluarga berkualitas sekaligus menjadi senjata utama menekan angka stunting di daerah kepulauan.
“Target kami adalah 1.303 peserta KB pascapersalinan, dengan 606 di antaranya menjadi fokus utama dalam momentum HUT IBI kali ini. Kami mendorong seluruh kecamatan agar berkontribusi maksimal sehingga capaian kita bisa melampaui target,” tegas Aris, di Dobo, Kamis, 7 Mei 2026.
Pelayanan yang merupakan bagian dari program nasional Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/BKKBN ini berlangsung sejak 29 April hingga 22 Mei 2026.
Fokus utama diarahkan pada penggunaan kontrasepsi jenis implan yang dinilai sangat efektif untuk perencanaan keluarga jangka panjang.
Sadar akan tantangan wilayah yang terdiri dari gugusan pulau, DPPKB Aru menerapkan strategi jemput bola.
Salah satu titik pelayanan dipusatkan di Puskesmas Marlasi, Kecamatan Aru Utara, dengan mengerahkan tim medis lengkap, mulai dari bidan hingga dokter spesialis obgyn.
Petugas KB Kecamatan Aru Utara, Lutfi Sandi, menyoroti pentingnya sinergi dalam menghadapi kendala lapangan.
“Kolaborasi lintas sektor adalah kunci untuk memperluas akses layanan KB, terutama di wilayah kita yang memiliki tantangan geografis kompleks,” ungkapnya.
Di lini lapangan, peran bidan dan kader KB desa menjadi sangat vital. Mereka bergerak melakukan pendekatan persuasif melalui Komunikasi, Informasi, dan Edukasi (KIE) secara tatap muka kepada pasangan usia subur.
Bidan tidak lagi hanya berperan sebagai tenaga medis untuk kesehatan ibu dan anak, tetapi telah bertransformasi menjadi aktor strategis dalam peningkatan kualitas keluarga.
Melalui gerakan serentak ini, Pemerintah Kabupaten Kepulauan Aru optimis kualitas layanan KB akan semakin meningkat dan merata, bahkan hingga ke pelosok desa terpencil di bumi Jargaria. (KT)


























