Bareskrim Usut Skandal Izin BPS di Gunung Botak

Utama

Panik Gempa, Warga Pesisir Leihitu Naik Gunung

badge-check


Panik Gempa, Warga Pesisir Leihitu Naik Gunung Perbesar

KABARTIMURNEWS.COM, AMBON-Warga di pesisir Jasirah Leihitu Kabupaten Maluku Tengah (Malteng) pada Kamis pagi (26/9) sekira pukul 08:46:45, secara serempak panik dan berlari menuju arah gunung.

Kepanikan warga menyusul gempa berkekuatan Magnetudo 6.8 dengan Lokasi 3.38 LS, 128.43 BT 40 km Timur Laut AMBON-MALUKU pada kedalaman 10 Km.

Apalagi, terhitung kurang lebih 10 menit setelah gempa berlalu, air laut di pesisir pantai Hila dan sekitarnya bergerak turun secara tiba-tiba.

Turunnya air laut tersebut lebih malah menambah kepanikan warga. Tanpa pikir panjang, semua orang langsung berlari meninggalkan rumah masing-masing.

Pantauan Kabar Timur di beberapa desa berbeda, jalan-jalan utama dipadati ratusan orang. Mereka keluar dengan membawa pakaian seadanya dan lari menuju gunung atau dataran yang lebih tinggi.

Siswa di seluruh sekolah yang ada di pesisir Leihitu dipulangkan lebih awal. Kendaraan roda empat tidak lagi mengangkut penumpang menuju Kota Ambon. Mobil malah mengangkut para warga mencari posisi aman.

Warga makin cemas setelah ada guncangan gempa susulan dengan Magnetudo 5.6, sekira pukul 09:39:53 WIT. Tidak ada korban jiwa dari peristiwa tersebut. Tapi, sejumlah dinding bangunan rumah, kaca dan bangunan lainnya mengalami keretakan.

Beberapa orang warga juga ada yang pinsan. Bisa saja, mereka kelelahan setelah menempuh perjalalan menuju dataran yang tinggi.

Warga Hila, Ibu Uni mengaku, dia bersama keluarganya akan tetap berada di puncak Parangsana Hila.

Dia takutkan kejadian tersebut sama halnya dengan di Palu Sulawesi Tengah. Dimana, ada beberapa kali goncangan gempa sejak siang. Tapi, gempa terakhir di awal Magrib itulah yang menyebabkan tsunami melanda Palu.

“Saya ikhtiar disini dulu. Meski BMKG sudah mengeluakan peringatan tidak berpotensi tsunami, tapi saya masih tetap takut. Takutnya kejadian ini seperti di Palu. Dimana terjadi beberapa kali gempa tapi yang paling dasyat itu di awal magrib yang menyebabkan tsunami. Ini bukan doa untuk minta tsunami, tapi ikhtiar itu penting,” tandasnya. (MG3)

Tinggalkan Balasan

Baca Juga

Menanti Blok Masela: Pelni Ambon Siap “Tancap Gas” Jika Arus Logistik Mulai Membanjir

17 Juli 2026 - 00:14 WIT

Resmi Groundbreaking Blok Masela Dari Jakarta, Presiden: Ini Utang Saya ke Rakyat Maluku

16 Juli 2026 - 22:47 WIT

BP2JK Maluku Diduga Jadi Sarang Suap Tender Proyek Kontraktor “Kakap”

15 Juli 2026 - 22:26 WIT

BPJN Maluku Pastikan Preservasi Jalan Seram–Wailoping Jalan Sesuai Kontrak Multi Years Hingga Oktober 2026

15 Juli 2026 - 22:00 WIT

Polda Maluku Pastikan Keamanan Kunjungan Presiden ke Blok Masela

14 Juli 2026 - 22:53 WIT

Trending di Maluku