KABARTIMURNEWS.COM.AMBON-Menanggapi riuh kabar di lapangan terkait proyek jalan di Maluku Tengah (Malteng), Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Maluku akhirnya angkat bicara.
Melalui Kasatker PJN Wilayah II Provinsi Maluku, Ir. Toce Leuwol, ST., MT, pihak balai memberikan klarifikasi tegas sekaligus meluruskan persepsi publik mengenai jalannya proyek Preservasi Jalan SP. Lintas Seram–Wailoping.
Rilis yangditerima kabartimurnews.com, Rabu, kemarin, Toce memastikan proyek bernilai strategis ini sama sekali tidak mandek, melainkan terus berjalan sesuai dengan timeline yang telah disepakati.
Proyek sepanjang 4,42 kilometer yang dibiayai oleh APBN ini dikerjakan dengan skema Multi Years Contract (MYC) alias kontrak tahun jamak, dengan target rampung pada Oktober 2026.
Menurut Toce, saat ini tahapan di lapangan justru sudah memasuki fase krusial, yakni pengaspalan Overlay Hot Rolled Sheet–Wearing Course (HRS-WC) atau lapis aus aspal.
“Pekerjaan Preservasi Jalan SP. Lintas Seram–Wailoping masih berjalan sesuai tahapan yang telah ditetapkan dalam kontrak. Saat ini progresnya telah memasuki pekerjaan pengaspalan dan kami terus memastikan seluruh pekerjaan memenuhi spesifikasi teknis serta target waktu yang telah direncanakan,” ujar Toce Leuwol meluruskan kondisi riil di lapangan.
Jalur ini bukan sekadar jalan penghubung biasa. Bagi masyarakat Seram Utara Timur (Seti), jalan ini adalah urat nadi perekonomian yang menghubungkan kawasan transmigrasi Kobisonta—salah satu lumbung pangan beras utama di Maluku—ke jalur Lintas Seram.
Toce menekankan proyek yang lahir dari Instruksi Presiden (Inpres) Jalan Daerah Nomor 11 Tahun 2025 ini mengemban misi besar untuk memangkas biaya logistik petani.
“Ruas ini memiliki peran strategis karena menjadi akses utama masyarakat menuju kawasan pertanian dan sentra produksi pangan. Dengan kondisi jalan yang semakin baik, distribusi hasil pertanian akan lebih lancar dan biaya transportasi dapat ditekan,” jelasnya.
Menjawab kekhawatiran publik mengenai kualitas aspal dan pengerjaan, Toce menjamin setiap jengkal proses konstruksi berada di bawah pengawasan ketat.
BPJN Maluku tidak main-main soal mutu, di mana konsultan supervisi dilibatkan penuh secara harian untuk memastikan semuanya patuh pada dokumen kontrak.
“Setiap item pekerjaan memiliki tahapan yang harus dipenuhi. Pelaksanaan di lapangan diawasi secara ketat oleh tim pengawas agar mutu pekerjaan sesuai spesifikasi kontrak dan hasilnya dapat memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat,” tegas Toce.
Lebih lanjut, Toce juga melayangkan ajakan kepada masyarakat dan media agar tidak terburu-buru mengambil kesimpulan sepihak. Karena statusnya yang merupakan proyek multi-years hingga akhir tahun depan, maka dinamika visual di lapangan pada fase tertentu tidak bisa dijadikan indikator bahwa proyek tersebut bermasalah atau dihentikan.
“Kami butuh perhatian masyarakat terhadap pelaksanaan proyek ini. Dan kondisi faktual di lapangan sampai saat ini pekerjaan masih berlangsung hingga masa kontrak berakhir pada Oktober 2026,” ungkap Toce secara terbuka.
Di akhir penjelasannya, Toce kembali menegaskan komitmen BPJN Maluku untuk bersikap transparan dan akuntabel terhadap uang negara yang digunakan, sekaligus memastikan bahwa infrastruktur ini akan selesai tepat waktu demi mendongkrak ekonomi Pulau Seram.
“Komitmen kami adalah menyelesaikan pekerjaan ini tepat waktu, tepat mutu, dan sesuai ketentuan kontrak sehingga manfaatnya benar-benar dapat dirasakan masyarakat. Kami juga terbuka terhadap pengawasan sebagai bagian dari upaya mewujudkan pembangunan infrastruktur yang akuntabel dan berkualitas,” pungkas Toce. (KT)


























