Sekilas Info

31 Oktober “Jawara” Pilkada Malra & Tual Dilantik

Istimewa/Kabartimurnews

KABARTIMURNEWS.COM,AMBON-Dua jawara Pilkada serentak di Kabupaten Maluku Tenggara (Malra) dan Kota Tual, bakal dilantik sebagai pasangan Bupati Malra terpilih dan juga pasangan Walikota terpilih, definitif, pada 31 Oktober 2018, mendatang.

Kepastikan pelantikan duo jawara Pilkada, menjadi pasangan Bupati dan Wakil Bupati dan pasangan Walikota dan Wakil Walikota definitif pada kedua daerah itu, tertuang dalam Surat Edaran Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo, yang telah diterima Pemerintah Provinsi Maluku.

Untuk Malra, Taher Hanubun  dan Petrus Beruatwarin sebagai Bupati & Wakil Bupati Maluku Tenggara (Malra). Dan, Kota Tual, Adam Rahayaan–Usman Tamnge sebagai Walikota–Wakil Walikota Tual, terpilih periode 2018-2023.

“Secara resmi Surat Keputusan (SK) Mendagri sudah kita diterima. Nanti, tanggal 31 Oktober sudah dilakukan pelantikan. Acara pelantikan akan dilangsungkan di Kantor Gubernur. Kedua pasangan ini dilantik oleh Pak Gubernur Said Assagaf,” ungkap Kepala Biro Pemerintahan setda Maluku, Jasmono, kepada wartawan diruang kerjanya, Senin (22/10).

Jasmono mengatakan, sebelum pelantikan akan ada rapat koordinasi bersama pemerintah Kabupaten Maluku Tenggara dan Pemerintah Kota Tual, beserta Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait dilingkup Pemprov Maluku membahas langkah-langkah persiapan pelantikan kedua kepala daerah itu.

Pelantikan kedua kepala daerah ini, kata dia, dilakukan berdasarkan Undang-Undang Nomor 10 Tahun 2016 Tentang Pemilihan Gubernur, Bupati dan Walikota, bahwa pelantikan kepala daerah dan wakil kepala daerah dilakukan secara serentak.

Penjabaran dari amanat UU tersebut, lanjut dia, Mendagri telah menyampaikan surat tertanggal; 16 Oktober 2018, tentang pelantikan Bupati – Wakil Bupati Maluku Tenggara, Walikota – Wakil Walikota Tual, hasil Pilkada serentak tahun 2018.

Lanjutnya, secara subtansial ada beberapa hal prinsip yang ditegaskan Mendagri  dalam surat tersebut, yakni pelantikan Bupati-Wakil Bupati, walikota-Wakil Walikota, hasil Pilkada serentak tahun 2018 dilakukan berdasarkan pertimbangan ahkir masa jabatan masing-masing kepala daerah dan wakil kepala daerah periode sebelumnya.

Kemudian bagi provinsi yang terdapat lebih dari 1 kabupaten/kota, yang akhir masa jabatannya jatuh pada bulan yang sama, pelantikan Bupati-Wakil Bupati maupun Walikota-Wakil Walikota dilakukan serentak berdasarkan pertimbangan akhir masa jabatan Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah, yang paling terakhir pada bulan tersebut.

Serta bagi provinsi yang terdapat lebih dari satu kabupaten/kota yang akhir masa jabatan Bupati/Walikota jatuh pada bulan yang berbeda dengan jarak akhir masa jabatan paling lama dua minggu, pelantikan Bupati-Wakil Bupati, Walikota-Wakil Walikota dilakukan berdasarkan pertimbangan akhir masa jabatan kepala daerah yang paling akhir.

“Jadi prinsipnya pelantikan dilakukan secara serentak dengan mempertimbangkan akhir jabatan kepala daerah dan wakil kepala daerah,”pungksnya.

Ditanya mengenai pelantikan Gubernur – Wakil Gubernur terpilih Murad Ismail – Barnabas Orno, kata Jasmono sampai saat ini pihaknya masih menunggu surat Pempus melalui Mendagri untuk memastikan waktu pelantikan Gubernur dan wakil Gubernur terpilih.

(RUZ)

Penulis:

Baca Juga