Bareskrim Usut Skandal Izin BPS di Gunung Botak

Utama

Kapolda Ingatkan Anggota Jangan Berkhianat di GB

badge-check


ILUSTRASI Dok/Kabartimurnews Perbesar

ILUSTRASI Dok/Kabartimurnews

KABARTIMURNEWS.COM, AMBON –  “Ini saya bukan mengancam, tapi saya akan melakukan itu. Kalau ada udang di balik batu atau berkhianat hukumannya akan lebih dari masyarakat umumnya.”

Kapolda Maluku Irjen Polisi Royke Lumowa, mengingatkan anak buahnya, untuk tidak berkhianat atau mengijinkan penambang, masuk diam-diam di areal tambangan emas Gunung Botak (GB), Kabupaten Buru.

Tindakan tegas akan diambil dirinya terhadap anggota yang lalai, tegas Kapolda menyusul adanya desas desus sejumlah penambang emas secara diam-diam, pada malam hari, melakukan aktivitas pasca ditutup 13 Oktober 2018, lalu.

“Kalau dia (penambang) coba-coba, kita juga akan coba-coba dia. Kita akan tangkap. Saya ada dengar itu. Jangan sampai ada oknum-oknum (anggota) yang terlibat. Yang terlibat, hukumannya bisa dua kali lipat dari masyarakat,” tegas Lumowa kepada wartawan, usai memimpin kegiatan serah terima jabatan lima pejabat Polda Maluku, Kamis (1/11).

Bagi Kapolda, sikap tegas yang disampaikan, bukan ancaman belaka. Sebab, dirinya memastikan akan menindak tegas sejumlah oknum anggota polisi yang kedapatan membekengi para penambang. “Ini saya bukan mengancam, tapi saya akan melakukan. Kalau ada udang di balik batu atau berkhianat hukumannya akan lebih dari masyarakat umumnya,” tegasnya lagi.

Menyoal penanganan kasus perijinan di kawasan pertambangan emas di GB, yang ditangani Bareskrim Polri, mantan Kakor Lantas Polri ini optimis dapat dituntaskan. “Kalau (ditangani) Bareskrim, justru bisa tuntas. Mabes Polri kan dia (Bareskrim). Satuannya lebih besar. Sumber dayanya lebih hebat dari pada Polda,” tambahnya.

Kasus perijinan terhadap sejumlah perusahaan yang kini ditangani Bareskrim Polri, itu diyakini bisa dituntaskan sesuai aturan. Sebab, kasus tersebut dipantau langsung oleh Kabareskrim Polri. “Apalagi statemen dan komitmen yang disampaikan oleh Kabareskrim, Pa Arif. Saya berkomunikasi terus. Beliau backup penuh untuk benar-benar menegakan aturan. Jadi saya tidak khawatir. Saya yakin pasti akan tuntaslah. Jadi semua yang terlibat pidana nanti kita akan ungkap,” tandasnya.

KUNJUNGAN KOMPOLNAS
Disinggung mengenai kunjungan Kompolnas di Pulau Selaru, Tanimbar, Kabupaten Maluku Tenggara Barat, dua hari lalu, Jenderal Polisi Bintang Dua ini mengaku, bahwa kehadiran tim itu untuk melihat perkembangan pembangunan di Pulau-Pulau terluar Indonesia. “Dia ingin melihat, dan mengetahui informasi dari Pulau Pulau terluar,” tambah Lumowa.

Kunjungan kerja tim Kompolnas dilakukan sesuai Nawa Cita Presiden Indonesia, Joko Widodo, yakni pembangunan dimulai dari pulau terluar. “Dia ingin mengecek seperti di Pulau Selaru, Tanimbar. Bagaimana pembangunannya. Kan kita lihat ada jembatan (disana). Bagaimana sistem pendidikannya, kesehatannya, binaan kepolisian, polseknya bagaimana,” ungkapnya.

Terkait permintaan masyarakat untuk penambahan anggota di setiap Polsek, Lumowa mengaku jika jumlah personel yang ditempatkan saat ini sudah sesuai dengan kebutuhan berdasarkan rasio 1 banding 200 orang. “Sudah cukup. Kita di Polda saja kurang. Tapi perbandingan rasio 1 banding 200, di sana sudah cukup. Kalau dibilang kurang, ya kurang. Tapi sesuai rasio PBB, kita sebenarnya sudah cukup. Menambah itu kan menyangkut keuangan negara sekarang,” pungkasnya. (CR1)

Tinggalkan Balasan

Baca Juga

15 Hari di Luar Daerah per Bulan: Pemerintahan KKT Dinilai “Jalan Setengah Mesin”, DPRD Didesak Ambil Sikap

25 Juli 2026 - 20:17 WIT

Pelni Ambon & Tim Gabungan Perketat Pengawasan Kapal dari Penyelundupan Satwa Dilindungi dan Barang Terlarang

22 Juli 2026 - 21:30 WIT

BKKBN Maluku & Muslimat NU Bergandengan, Ubah Edukasi Stunting Jadi Aksi Nyata Lewat “Ibu Asuh”

21 Juli 2026 - 20:33 WIT

Ini Strategi Pemprov Maluku di Blok Masela Biar Putra Daerah Tak Cuma Jadi Penonton

21 Juli 2026 - 20:21 WIT

Menanti Blok Masela: Pelni Ambon Siap “Tancap Gas” Jika Arus Logistik Mulai Membanjir

17 Juli 2026 - 00:14 WIT

Trending di Maluku