Bareskrim Usut Skandal Izin BPS di Gunung Botak

Utama

Bocah 10 Tahun Hilang Diterkam Buaya, Tim SAR  dan Pawang Dikerahkan!

badge-check


Bocah 10 Tahun Hilang Diterkam Buaya,  Tim SAR  dan Pawang Dikerahkan! Perbesar

KABARTIMURNEWS.COM.TERNATE-Operasi kemanusiaan kali ini, tim SAR juga melibatkan pawang buaya setempat. Kehadiran pawang diharapkan mampu membantu proses evakuasi jika predator tersebut kembali.

Suasana di Desa Amasing, Kabupaten Halmahera Selatan (Halsel), berubah mencekam setelah seorang bocah laki-laki berusia 10 tahun, Affan, dilaporkan hilang secara tragis pada Selasa (16/12) sore. Korban diduga kuat menjadi sasaran serangan buaya saat sedang mandi di aliran Sungai Inggoi.

Kepala Basarnas Ternate, Iwan Ramdani, mengonfirmasi bahwa insiden tersebut terjadi sekitar pukul 16.00 WIT. Menurut keterangan saksi, korban yang sedang asyik berenang tiba-tiba dikejutkan dengan munculnya predator air tersebut yang langsung menerkam dan menyeretnya hingga hilang dari permukaan air.

Merespons laporan dari BPBD Halsel, tim SAR gabungan dari berbagai unsur—mulai dari TNI, Polri, hingga Damkar—langsung bergerak cepat menuju Lokasi Kejadian Perkara (LKP) sejak Selasa malam.

“Tim langsung melakukan asesmen awal dan penyisiran darat. Kami juga mengerahkan perahu karet SAR dan long boat milik warga untuk menyisir sepanjang aliran Sungai Inggoi,” ujar Iwan Ramdani, Rabu (17/12).

Uniknya, dalam operasi kemanusiaan kali ini, tim SAR juga melibatkan pawang buaya setempat. Kehadiran pawang diharapkan mampu membantu proses evakuasi jika predator tersebut kembali menampakkan diri.

Namun, pencarian ini bukan tanpa risiko. Petugas di lapangan dipaksa bekerja dengan tingkat kewaspadaan ekstra tinggi. Pasalnya, terdapat laporan adanya penampakan buaya-buaya lain di sekitar lokasi yang mengancam keselamatan para personel tim pencari.

Hingga berita ini diturunkan, tim gabungan yang terdiri dari Unit Siaga SAR Halsel, Kodim 1509/Labuha, Polres Halsel, hingga masyarakat Desa Tamansari dan Rawabadak masih berjibaku melakukan pencarian intensif.

Basarnas mengimbau keras kepada warga yang bermukim di bantaran sungai untuk menghentikan aktivitas di air sementara waktu. “Kami meminta masyarakat meningkatkan kewaspadaan dan menghindari area yang dikenal sebagai habitat buaya agar tragedi serupa tidak terulang kembali,” tegas Iwan. (AN/KT)

 

Tinggalkan Balasan

Baca Juga

Oratmangun Desak Struktur Saham BUMD Ditata Proporsional

24 Mei 2026 - 23:49 WIT

Bukan Cuma Jaga Keamanan, Polisi di Maluku Kini Masuk Kelas Ajarkan Hukum ke Pelajar Kepulauan

21 Mei 2026 - 01:24 WIT

Kawal Megaproyek Blok Masela, Pemprov Maluku Satukan Kekuatan TNI-Polri

20 Mei 2026 - 13:57 WIT

Maluku-Ditjen SDA Perkuat Infrastruktur Air dan Ketahanan Kepulauan

13 Mei 2026 - 02:47 WIT

15 WNA China di Gunung Botak Maluku Terancam Dideportasi

13 Mei 2026 - 02:41 WIT

Trending di Maluku