Bareskrim Usut Skandal Izin BPS di Gunung Botak

Kesehatan

Poltekkes Bangun Budaya Kerja Inklusif Lewat Rumah Basudara

badge-check


Poltekkes Bangun Budaya Kerja Inklusif Lewat Rumah Basudara Perbesar

KABARTIMURNEWS.COM, AMBON – Politeknik Kesehatan Kementerian Kesehatan (Poltekkes) Maluku membangun budaya kerja inklusif lewat deklarasi program Rumah Basudara untuk menjunjung tinggi nilai kejujuran, keberanian, dan konsistensi.

Direktur Poltekkes Maluku Betty A Sahertian di Ambon, Sabtu, mengatakan deklarasi ini simbol untuk meneguhkan semangat budaya kerja Rumah Basudara yang berlandaskan kearifan lokal.

“Deklarasi ini adalah tekad bersama. Kita ingin menciptakan lingkungan kerja yang solid, harmonis, dan produktif. Semua ini bermuara pada tujuan besar yakni peningkatan mutu pendidikan dan pelayanan kesehatan di Maluku,” ujarnya.

Ia mengatakan dokumen deklarasi tersebut tidak sekadar janji di atas kertas melainkan komitmen moral yang mengikat seluruh civitas academica untuk bekerja secara berintegritas dan bertanggung jawab.

Dia menjelaskan deklarasi ini sebagai peristiwa penting memperkuat kolaborasi lintas unit dan membangun suasana kampus yang hangat serta inspiratif.

Integrasi program Rumah Basudara di Poltekkes Kemenkes Maluku diwujudkan secara menyeluruh dalam berbagai aspek penyelenggaraan pendidikan.

Dalam proses pembelajaran, nilai kejujuran, keberanian, konsistensi, serta kebersamaan diterapkan sebagai pedoman utama agar dosen, tenaga kependidikan, dan mahasiswa tidak hanya fokus pada penguasaan ilmu, tetapi juga pembentukan karakter.

Ia menjelaskan budaya kerja kampus diarahkan pada pola komunikasi terbuka, ramah, dan saling menghargai sehingga setiap layanan akademik dan administrasi mencerminkan semangat kekeluargaan khas Maluku.

Selain itu, dia mengharapkan melalui kegiatan pengabdian masyarakat, mahasiswa dan dosen membawa nilai Rumah Basudara ke tengah masyarakat sehingga kehadiran mereka bukan sekadar sebagai tenaga kesehatan, tetapi juga sebagai saudara yang peduli dan siap membantu.

Integrasi ini juga menyasar pengembangan sumber daya manusia kesehatan, di mana lulusan Poltekkes Maluku diproyeksikan menjadi tenaga profesional yang berkompeten, berintegritas, dan peka terhadap budaya lokal.

Ia mengatakan Rumah Basudara dijadikan identitas kelembagaan jangka panjang, yang menegaskan bahwa Poltekkes Maluku tidak hanya mencetak tenaga kesehatan terampil, tetapi juga membangun generasi yang berkarakter, inklusif, dan berakar pada kearifan lokal.

Poltekkes Maluku berharap deklarasi ini dapat menghadirkan lingkungan kampus yang inklusif, inovatif, dan berdaya saing, serta memperkuat perannya dalam mendukung peningkatan kualitas sumber daya manusia bidang kesehatan di daerah.

“Rumah Basudara adalah rumah kita bersama. Mari kita rawat, kita jaga, dan kita bangun dengan penuh cinta serta tanggung jawab,” demikian Betty Sahertian. (AN/KT)

Tinggalkan Balasan

Baca Juga

15 Hari di Luar Daerah per Bulan: Pemerintahan KKT Dinilai “Jalan Setengah Mesin”, DPRD Didesak Ambil Sikap

25 Juli 2026 - 20:17 WIT

Pelni Ambon & Tim Gabungan Perketat Pengawasan Kapal dari Penyelundupan Satwa Dilindungi dan Barang Terlarang

22 Juli 2026 - 21:30 WIT

BKKBN Maluku & Muslimat NU Bergandengan, Ubah Edukasi Stunting Jadi Aksi Nyata Lewat “Ibu Asuh”

21 Juli 2026 - 20:33 WIT

Ini Strategi Pemprov Maluku di Blok Masela Biar Putra Daerah Tak Cuma Jadi Penonton

21 Juli 2026 - 20:21 WIT

Menanti Blok Masela: Pelni Ambon Siap “Tancap Gas” Jika Arus Logistik Mulai Membanjir

17 Juli 2026 - 00:14 WIT

Trending di Maluku