KABARTIMURNEWS.COM, AMBON – Pemerintah Provinsi Maluku mewujudkan layanan listrik 24 jam di enam desa pelosok serta meluncurkan program bantuan listrik gratis bagi masyarakat kurang mampu, bertepatan dengan peringatan Hari Pelanggan Nasional 2025.
Gubernur Maluku Hendrik Lewerissa di Ambon, Sabtu, secara simbolis meresmikan peningkatan jam nyala listrik dari 12 jam menjadi 24 jam di Desa Waepandan, Amar Sakaru, Jerol, Tonu Jaya, dan Tahalupu.
“Apresiasi yang saya berikan bukan hanya kepada PLN, tetapi juga kepada pelanggan PLN di Maluku atas kepercayaan mereka menggunakan layanan dan produk PLN,” ujar Lewerissa.
Menurutnya, apa yang telah dilakukan PLN atas dedikasi menghadirkan energi listrik hingga pelosok Maluku, bukan sekadar penerangan, melainkan motor penggerak perekonomian dan pembangunan daerah.
Ia menambahkan kehadiran listrik 24 jam di desa-desa pelosok diharapkan mampu mendorong aktivitas masyarakat, membuka peluang usaha, serta meningkatkan kesejahteraan.
Kehadiran listrik 24 jam di desa-desa pelosok memberikan dampak langsung pada peningkatan kualitas hidup masyarakat. Dengan pasokan listrik penuh, anak-anak dapat belajar pada malam hari dengan nyaman, fasilitas kesehatan desa bisa beroperasi lebih optimal, dan pelaku usaha kecil memiliki kesempatan memperluas produksi tanpa terkendala keterbatasan waktu.
Selain itu, listrik berkesinambungan juga membuka peluang tumbuhnya usaha baru berbasis jasa maupun produksi, mulai dari usaha rumah tangga, pengolahan hasil pertanian dan perikanan, hingga sektor pariwisata.
Hal ini diharapkan dapat meningkatkan produktivitas dan menumbuhkan roda perekonomian lokal, sehingga secara bertahap kesejahteraan masyarakat di desa-desa tersebut ikut terangkat.
Sementara itu, program bantuan listrik gratis bagi masyarakat kurang mampu merupakan bentuk kepedulian Pemprov Maluku bersama PLN untuk memastikan seluruh lapisan masyarakat, termasuk keluarga prasejahtera, dapat menikmati layanan listrik.
Bantuan ini berupa pemasangan sambungan listrik baru beserta meteran tanpa biaya, sehingga warga yang sebelumnya belum teraliri listrik bisa langsung mendapatkan akses.
Dengan adanya program tersebut, masyarakat tidak perlu lagi terbebani biaya awal pemasangan yang relatif mahal. Hal ini diharapkan dapat mempercepat pemerataan elektrifikasi, meningkatkan kualitas hidup, dan memberi kesempatan bagi keluarga kurang mampu untuk beraktivitas lebih produktif, baik di bidang pendidikan, kesehatan, maupun ekonomi rumah tangga. (AN/KT)



























