KABARTIMURNEWS.COM, AMBON – Perum Badan Urusan Logistik (Bulog) Kantor Wilayah Maluku dan Maluku Utara menyiapkan 501 ton beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) dalam Gerakan Pangan Murah yang digelar serentak di dua provinsi.
Kegiatan ini dilaksanakan di 48 titik, meliputi 28 titik di Maluku dan 20 titik di Maluku Utara, dengan dukungan Dinas Ketahanan Pangan, BUMN pangan, serta TNI–Polri.
“Untuk seluruh titik kami siapkan 501 ton. Khusus di Kota Ambon, tiap titik tersedia lima ton beras, ditambah gula pasir dan minyak goreng,” kata Kepala Perum Bulog Maluku dan Maluku Utara, Mara Kamin Siregar, di Ambon, Sabtu.
Ia menegaskan gerakan pangan murah ini merupakan langkah nyata Bulog untuk memastikan ketersediaan pangan sekaligus menjaga keterjangkauan harga.
“Kami ingin memastikan stok pangan aman dan harga tetap stabil, sehingga masyarakat tidak terbebani,” ujarnya.
Harga pangan yang ditawarkan pun lebih rendah dari pasar, yakni Rp12 ribu per kilogram atau Rp60 ribu per karung beras, lebih murah dari Harga Eceran Tertinggi (HET) Rp13.500. Sedangkan gula pasir dan minyak goreng dijual dengan harga Rp18 ribu per kilogram/liter.
Kegiatan ini berlangsung masif selama tiga hari dan diharapkan mempermudah masyarakat memperoleh kebutuhan pokok dengan harga terjangkau, terutama menjelang hari besar maupun dalam kondisi rawan inflasi.
“Semoga gerakan ini benar-benar membantu masyarakat. Bahkan, warga tidak perlu jauh-jauh karena tersedia di kecamatan masing-masing. Kami juga berharap pihak kecamatan turut menyebarluaskan informasi ini,” tambah Mara Kamin.
Gerakan pangan murah ini dilakukan secara serentak di seluruh Indonesia, berpusat di Kementerian Pertanian Jakarta dan tersebar di ribuan titik nasional. Secara total, pemerintah menggelontorkan 43.665 ton beras SPHP dalam program ini. (AN/KT)


























