Bareskrim Usut Skandal Izin BPS di Gunung Botak

Ekonomi & Bisnis

Kecewa Dengan Bupati, Perusahaan “Pisang Abaka” Bakal Cabut dari SBB

badge-check


Kecewa Dengan Bupati, Perusahaan “Pisang Abaka” Bakal Cabut dari SBB Perbesar

KABARTIMURNEWS.COM, AMBON – Perusahaan “pisang abaka” di Kabupaten Seram Bagian Barat (SBB), Maluku, dengan bendera, PT. Spice Islands Maluku (PT. SIM) bakal cabut alias angkat kaki, setelah penyelesaian lahan dengan Dusun Pelita Jaya, Desa Eti, tak kunjung beres.

Pihak Perusahaan kecewa. Mereka surati Bupati Asri minta penerbitan surat resmi yang menyatakan investasi perusahaan di daerah tersebut tidak dapat dilanjutkan.

Dalam surat yang ditandatangani Direktur PT SIM, Dorra Rustam, perusahaan mengacu pada sejumlah dokumen resmi, antara lain Surat Bupati SBB Nomor 600.4.17.2/249 tanggal 14 Juli 2025 perihal penangguhan sementara aktivitas penggusuran di lahan bermasalah.

Surat DPMPTSP Provinsi Maluku Nomor 500.16.1/269 tanggal 14 Juli 2025 perihal permohonan klarifikasi, dan Surat DPRD SBB Nomor 400.14.6/116/2025 tanggal 25 Juli 2025 terkait undangan rapat koordinasi penyelesaian lahan.

Kemudian Rapat koordinasi tersebut dilanjutkan dengan peninjauan lapangan (uji petik) oleh DPRD bersama pemerintah daerah dan pemilik lahan, pada 30 Juli 2025. Namun, PT SIM menilai proses penyelesaian justru mengalami kemunduran.

PT SIM, mengklaim telah menginvestasikan dana sekitar Rp600 miliar hingga Juni 2025 untuk pengembangan perkebunan pisang abaka di SBB, dengan seluruh perizinan yang diklaim telah dipenuhi.

Namun, menurut Rustam, pernyataan Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP) SBB di sejumlah forum resmi yang menyebut izin PT SIM bermasalah, dan akan direkomendasikan untuk dicabut oleh bupati Asri Arman, telah menimbulkan ketidakpastian hukum.

“Investasi di daerah seharusnya mendapat dukungan pemerintah dan dipandang sebagai mitra, bukan sebaliknya,” tulis Dorra Rustam dalam surat tersebut.

PT SIM menyatakan, surat resmi dari Bupati SBB Arman diperlukan sebagai dokumen pendukung untuk mengajukan penghentian aktivitas dan investasi secara permanen kepada kementerian terkait, serta sebagai dasar pertanggungjawaban kepada investor.

Surat resmi dari PT SIM ini ramai beredar di sejumlah media sosial, seperti whatsapp maupun facebook.

Hingga berita ini diturunkan, pemerintah Kabupaten SBB belum memberikan pernyataan resmi terkait permintaan PT. SIM tersebut. (KT)

Tinggalkan Balasan

Baca Juga

15 Hari di Luar Daerah per Bulan: Pemerintahan KKT Dinilai “Jalan Setengah Mesin”, DPRD Didesak Ambil Sikap

25 Juli 2026 - 20:17 WIT

Pelni Ambon & Tim Gabungan Perketat Pengawasan Kapal dari Penyelundupan Satwa Dilindungi dan Barang Terlarang

22 Juli 2026 - 21:30 WIT

BKKBN Maluku & Muslimat NU Bergandengan, Ubah Edukasi Stunting Jadi Aksi Nyata Lewat “Ibu Asuh”

21 Juli 2026 - 20:33 WIT

Ini Strategi Pemprov Maluku di Blok Masela Biar Putra Daerah Tak Cuma Jadi Penonton

21 Juli 2026 - 20:21 WIT

Menanti Blok Masela: Pelni Ambon Siap “Tancap Gas” Jika Arus Logistik Mulai Membanjir

17 Juli 2026 - 00:14 WIT

Trending di Maluku