KABARTIMURNEWS.COM, AMBON – Universitas Pattimura (Unpatti) merancang pendirian rumah sakit pendidikan kedokteran sebagai bagian dari strategi peningkatan mutu pendidikan kedokteran serta perluasan akses layanan kesehatan bagi masyarakat Maluku dan kawasan timur Indonesia.
“Proses ke arah pendirian rumah sakit pendidikan sudah dimulai. Namun, untuk detail teknisnya, itu merupakan kewenangan Rektor,” ujar Wakil Rektor Bidang Akademik Unpatti, Dominggus Malle dalam keterangan yang diterima di Ambon, Selasa.
Berkaitan dengan hal itu menurutnya, inisiatif ini merupakan langkah penting dalam menjawab tantangan kurangnya fasilitas layanan rujukan dan kebutuhan tenaga medis berkualitas di wilayah ini.
Rumah sakit pendidikan tersebut nantinya tidak hanya akan melayani praktik klinis bagi mahasiswa kedokteran umum, tetapi juga mencakup pengembangan pusat layanan kedokteran gigi (dental center).
Fasilitas ini akan menjadi laboratorium praktik mahasiswa sekaligus pusat layanan kesehatan lanjutan bagi masyarakat.
Sebagai sarana pendidikan klinis utama, rumah sakit ini akan menjadi tempat bagi mahasiswa Fakultas Kedokteran untuk mengasah keterampilan praktik secara langsung di bawah bimbingan dokter spesialis dan dosen pembimbing.
Kehadirannya diyakini dapat meningkatkan mutu lulusan melalui pembelajaran yang lebih terintegrasi dan kontekstual, tidak hanya berbasis teori tetapi juga pengalaman lapangan yang nyata.
Selain itu, rumah sakit ini juga dirancang untuk mencakup fasilitas dental center, membuka peluang pengembangan program studi kedokteran gigi dan bidang kesehatan lainnya secara bertahap.
Menurut dia, pembangunan rumah sakit pendidikan memerlukan dukungan penuh dari Pemerintah Pusat, terutama dalam hal pendanaan.
Langkah ini sejalan dengan kebijakan nasional untuk memperkuat sistem pendidikan kedokteran berbasis rumah sakit, khususnya di luar Pulau Jawa, serta meningkatkan pemerataan layanan kesehatan berkualitas.
Rumah sakit pendidikan Unpatti diharapkan menjadi yang pertama di Maluku, sekaligus simbol kemandirian daerah dalam bidang kesehatan dan pendidikan tinggi.
Jika hal ini terwujud, katanya, masyarakat Maluku tidak perlu lagi bergantung sepenuhnya pada layanan rujukan ke kota-kota besar seperti Makassar atau Jakarta.
“Ini bukan hanya soal pendidikan, tapi juga pengabdian institusi kepada masyarakat,” katanya. (AN/KT)



























