Bareskrim Usut Skandal Izin BPS di Gunung Botak

Pendidikan

FK Unpatti Bangun Masa Depan Medis Lewat Laut

Farmasi Karang, Antibiotik Spons, dan Inovasi dari Laut Dalam

badge-check


<h5>FK Unpatti Bangun Masa Depan Medis Lewat Laut</h5> <h1>Farmasi Karang, Antibiotik Spons, dan Inovasi dari Laut Dalam</h1> Perbesar

KABARTIMURNEWS.COM, AMBON – Fakultas Kedokteran Universitas Pattimura (FK Unpatti) memperkuat langkah strategisnya dalam membangun studi medis berbasis kelautan, menjadikan kekayaan laut sebagai sumber inovasi kesehatan masa depan yang menjanjikan.

Dekan FK Unpatti, dr Farah Ch Noya, menyampaikan bahwa kurikulum kedokteran di Unpatti tidak lagi hanya berfokus pada pendekatan konvensional, melainkan telah dirancang untuk menggabungkan biologi laut, ekologi, dan kimia ke dalam perspektif medis yang interdisipliner.

“Indonesia adalah negara maritim dengan potensi farmakologi laut yang belum tergali sepenuhnya. Laut menyimpan kemungkinan besar untuk penemuan antibiotik baru, agen antikanker, dan senyawa antiperadangan dari organisme seperti spons dan terumbu karang,” ujarnya, Senin (23/6).

Dalam pengembangan studi ini, FK Unpatti menggandeng sejumlah pakar kelautan dunia seperti Jan Macher, Lisa Becking, Bert Hoeksema, Charles Fransen, dan Nicole de Voogd dari berbagai institusi di Belanda yang dikenal dengan riset biodiversitas lautnya.

Maluku, Laboratorium Hayati Dunia

Dengan Maluku sebagai pusat keanekaragaman hayati laut global, FK Unpatti menargetkan kawasan ini menjadi laboratorium hidup bagi pengembangan farmakologi laut. Potensi senyawa bioaktif dari organisme laut, termasuk mikroorganisme laut dalam dan rumput laut tropis, dinilai sangat besar namun belum banyak dimanfaatkan.

“Mungkin saja solusi untuk resistansi antibiotik ditemukan dari spons laut. Atau agen antikanker dari makhluk laut dalam. Bahkan alat diagnostik masa depan bisa berasal dari enzim laut,” jelas dr Farah.

Kolaborasi Internasional dan Masa Depan Dunia Medis

Studi ini juga menjadi wadah kolaborasi internasional dan lokal untuk mengkaji hubungan simbiosis organisme laut, teknik eksplorasi bahan aktif, hingga klasifikasi spesies yang memiliki manfaat medis.

FK Unpatti percaya bahwa farmakologi laut adalah bidang ilmiah yang sedang berkembang pesat, dan dapat mendefinisikan ulang arah penelitian obat modern.

“Kami ingin mencetak tenaga medis yang tidak hanya hebat di klinik, tetapi juga peka terhadap potensi alam. Ini bagian dari tanggung jawab kami dalam memperkuat sistem kesehatan nasional sekaligus membawa nama Indonesia di kancah ilmiah dunia,” tutupnya. (AN/KT)

Tinggalkan Balasan

Baca Juga

Oratmangun Desak Struktur Saham BUMD Ditata Proporsional

24 Mei 2026 - 23:49 WIT

Bukan Cuma Jaga Keamanan, Polisi di Maluku Kini Masuk Kelas Ajarkan Hukum ke Pelajar Kepulauan

21 Mei 2026 - 01:24 WIT

Kawal Megaproyek Blok Masela, Pemprov Maluku Satukan Kekuatan TNI-Polri

20 Mei 2026 - 13:57 WIT

Maluku-Ditjen SDA Perkuat Infrastruktur Air dan Ketahanan Kepulauan

13 Mei 2026 - 02:47 WIT

15 WNA China di Gunung Botak Maluku Terancam Dideportasi

13 Mei 2026 - 02:41 WIT

Trending di Maluku