Bareskrim Usut Skandal Izin BPS di Gunung Botak

Ekonomi & Bisnis

Pemprov Maluku dan Bappenas Genjot Kawasan Industri Terpadu Blok Masela

badge-check


Pemprov Maluku dan Bappenas Genjot Kawasan Industri Terpadu Blok Masela Perbesar

KABARTIMURNEWS.COM, AMBON – Pemerintah Provinsi Maluku bersama Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/Bappenas terus mempercepat langkah strategis dalam pengembangan kawasan industri terpadu yang terintegrasi dengan proyek gas raksasa Blok Masela.

Gubernur Maluku Hendrik Lewerissa menegaskan bahwa kawasan industri di sekitar Blok Masela menjadi prioritas utama Pemprov untuk mendorong pertumbuhan ekonomi di kawasan timur Indonesia.

“Pengembangan ini bukan hanya untuk Maluku, tapi juga untuk memperkuat kontribusi daerah dalam mendukung perekonomian nasional,” ujar Gubernur Lewerissa dalam pernyataan resmi yang diterima di Ambon, Sabtu (tanggal menyesuaikan).

Dalam pertemuannya dengan Menteri PPN/Kepala Bappenas Rachmat Pambudy di Jakarta, Gubernur memaparkan rencana strategis kawasan industri yang akan terintegrasi dengan Blok Masela, termasuk hasil koordinasi dengan Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman serta Kementerian Kelautan dan Perikanan.

Salah satu langkah penting yang kini ditempuh adalah menyelaraskan RPJMN dan RPJMD agar pengembangan kawasan industri mendapat dukungan dari sisi regulasi dan pembiayaan nasional.

Pemprov Maluku juga tengah menyiapkan lahan, infrastruktur dasar, dan mendorong percepatan dokumen lingkungan agar proses pembangunan tidak terganjal secara administratif.

“Kami ingin memastikan bahwa pembangunan Blok Masela membawa manfaat langsung bagi masyarakat Maluku melalui hilirisasi industri, penciptaan lapangan kerja, dan perputaran ekonomi lokal,” tegas Gubernur.

Dari sisi teknis, Blok Abadi Masela diproyeksikan mampu memproduksi:

9,5 juta metrik ton LNG per tahun (MMTPA)

150 juta kaki kubik gas pipa per hari (MMSCFD)

35.000 barel kondensat per hari

Proyek ini akan menjadi tulang punggung produksi migas nasional untuk mencapai target 2030: 1 juta barel minyak per hari (BOPD) dan 12 miliar kaki kubik gas per hari (BSCFD).

Tak hanya itu, efek berganda juga akan dirasakan langsung oleh daerah melalui skema Participating Interest (PI) 10%, pembangunan kilang LNG onshore, dan peluang investasi yang terbuka lebar di sektor LNG, petrokimia, hingga logistik.

Maluku Integrated Port, pelabuhan terpadu yang dirancang sebagai bagian dari ekosistem industri Blok Masela, juga dibahas dalam pertemuan tersebut. Pelabuhan ini diharapkan menjadi simpul distribusi produksi dan memperkuat konektivitas kawasan industri di Maluku.

Untuk memastikan kesiapan wilayah secara menyeluruh, Pemprov Maluku terus membangun komunikasi lintas kementerian, khususnya dalam aspek sosial, permukiman, dan lingkungan hidup di sekitar lokasi proyek. (AN/KT)

Tinggalkan Balasan

Baca Juga

Oratmangun Desak Struktur Saham BUMD Ditata Proporsional

24 Mei 2026 - 23:49 WIT

Bukan Cuma Jaga Keamanan, Polisi di Maluku Kini Masuk Kelas Ajarkan Hukum ke Pelajar Kepulauan

21 Mei 2026 - 01:24 WIT

Kawal Megaproyek Blok Masela, Pemprov Maluku Satukan Kekuatan TNI-Polri

20 Mei 2026 - 13:57 WIT

Maluku-Ditjen SDA Perkuat Infrastruktur Air dan Ketahanan Kepulauan

13 Mei 2026 - 02:47 WIT

15 WNA China di Gunung Botak Maluku Terancam Dideportasi

13 Mei 2026 - 02:41 WIT

Trending di Maluku