KABARTIMURNEWS.COM, AMBON – Sekretaris Daerah (Sekda), Sadali Ie, membuka Pertemuan Reguler Komite Pengelola Bersama Perikanan (KPBP) Tuna Provinsi Maluku, yang berlangsung di di Kantor Dinas Kelautan dan Perikanan setempat, Kamis (22/5).
Saat membacakan sambutan Gubernur, Sadali menjelaskan secara geografis Maluku termasuk sebagai provinsi bercirikan kepulauan dengan luas wilayah yang didominasi laut sebesar 92,4 persen.
“Dari luas total Provinsi potensi sumber daya perikanan tersebar pada 3 Wilayah Pengelola Perikanan (WPP) 714 Laut Banda,715 Laut Seram dan 718 Laut Aru,”rincinya.
WPP kata dia, merupakan wilayah potensi produksi tuna nasional, dan telah dimasukkan dalam Rencana Nasional Pengelolaan Perikanan Tuna, Cakalang dan Tongkol, berdasarkan Keputusan Menteri Kelautan dan Perikanan nomor 107/KEPMEN-KP/2015 yang telah diselaraskan dengan RPJMN 2025-2029.
“Jenis tuna yang dominan adalah tuna sirip kuning yellow fin tuna, yang selama ini masih ditangkap secara tradisional menggunakan alat pancing nelayan skala kecil dan telah bersaing ketat di pasar internasional,” jelasnya.
Tantangan yang dihadapi ungkapnya, adalah rumpon dalam konteks regional sebagai negara anggota RFMO (Regional Fisheries Management Organization), selain menghindari konflik pemanfaatan ruang laut salah satu tujuannya agar tidak berimplikasi buruk terhadap pangan laut.



























