KABARTIMURNEWS.COM.AMBON – Kepala Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) Republik Indonesia (RI) Taruna Ikrar, melakukan kunjungan kerja (kunker) di Ambon, Sabtu (30/11).
Dalam lawatannya di ibu kota Provinsi Maluku itu, Kepala BPOM RI melaksanakan salah satu agenda kerjanya dengan menyapa pelajar SMA Negeri 6 Ambon di kawasan Negeri Amahusu, Kecamatan Nusaniwe.
Saat mendatangi sekolah tersebut untuk menghadiri kegiatan BPOM bertajuk “Generasi Muda Sehat dengan Obat dan Makanan Aman” Ikrar yang didampingi Pelaksana Harian (Plh) Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Maluku Suryadi Sabirin, disambut hangat oleh ratusan pelajar tarian cakalele.
Saat diwawancarai orang nomor satu di BPOM RI itu, menyampaikan kegiatan yang dilaksanakan ini sebagai bentuk komunikasi, informasi dan edukasi, yang bertujuan untuk mengedukasi masyarakat memberikan informasi yang tepat sasaran, dan terlebih lagi untuk perlindungan diri terhadap obat dan makanan di masyarakat.
“Nyatanya program ini sangat dibutuhkan oleh anak-anak ini, karena mereka yang akan memegang tanggung jawab kepemimpinan pada tahun 2045 di semua sektor,” ungkapnya.
Disampaikannya BPOM berharap masyarakat teredukasi tentang makanan, mengangkat pangan lokal menjadi makanan nasional, serta kepada UMKM nantinya bisa mensterilisasi produk yang dimiliki agar bisa bertahan lama tanpa pengawet sehingga nantinya bisa diekspor, yang akan berdampak pada peningkatan PAD.
“Menjelang Peringatan Hari Raya Natal dan Tahun Baru, pengawasan ketat akan dilakukan BPOM sebagai leader serta berkoordinasi dengan berbagai lembaga untuk mengamankan makanan yang akan dikonsumsi untuk melakukan pencegahan sebelum terjadi kejadian luar biasa,”tegasnya.
Di tempat yang sama, Plh Sekda Maluku mengapresiasi kunjungan Kepala BPOM untuk melakukan sosialisasi serta edukasi, sehingga diharapkan para peserta bisa menyebarluaskannya di lingkungan masyarakat.
“Disisi lain terkait edukasi tentang makanan bergizi, diharapkan agar anak-anak kita pemenuhan gizinya dan kesehatan semakin baik, sehingga menjadi anak-anak yang cerdas dan di Tahun 2045 nantinya, menjadi pemimpin masa depan terbaik untuk Indonesia dan khususnya Maluku agar bisa lebih baik kedepannya,” ungkapnya
Menyoal program makan siang kepada pelajar, Sabirin menyampaikan Pemerintah Provinsi Maluku bekerjasama dengan 11 Kabupaten Kota, guna menyiapkan data.
“Untuk PAUD sampai SMP merupakan kewenangan Kabupaten/Kota, dan untuk SMA/SMK merupakan kewenangan Provinsi, serta Dinas Kesehatan yang turut melaksanakan program makan siang kepada Ibu menyusui dan Ibu hamil, maka setelah data dikumpulkan, direncanakan implementasi program ini akan dilaksanakan pada 1 Januari 2025,”pungkasnya. (KTL)


























