KABARTIMURNEWS.COM.AMBON – Ada juga korban luka yang kritis sudah dievakusi ke Ambon.
Korban tewas sebelumnya berjumlah tujuh orang dan delam orang luka. Kamis, kemarin, salah satu korban luka dalam insiden itu, dilaporkan tewas. Dengan begitu, jumlah korban tewas dalam insiden itu bertambah menjadi delapan orang.
“Salah satu korban, yang dievakusi ke RSUD Banda dan tak sadarkan diri, tadi pagi (Kamis), sudah meninggal. Korban pria warga Desa Pulau Hatta,” ungkap salah satu petugas RSUD Banda, kepada Kabar Timur di Banda, Kamis.
Korban mengalami patah tulang dalam insiden itu, dan sempat tak sadarkan diri. “Saat ini korban sudah diserahkan kepada pihak keluarga,” sebut petugas itu.
Sejumlah korban luka, ada yang masih dirawat di RSUD Banda, dan ada juga yang telah dievakuasi ke Ambon, dengan KM Ngapulu. “Yang kondisi kritis sudah dievakuasi ke Ambon dengan KM Ngapulu, tadi siang,” subutnya.
Sedangkan, Kamis dinihari, sekira pukul 02.00.WIT, dua korban tewas, masing-masing, Andan Teja Nurbati, Anggota DPRD Malteng, dan Ruslan Hurasan, mantan Anggota DPRD Maluku, telah dipulangkan ke pihak keluarga di daerahnya masing-masing.
“Ibu Andan Teja, dibawah pulang ke Kota Masohi, dan Pak Ruslan dibawa pulang ke Hitu. Keduanya jenazah ini, evakuasi melalui jalur laut dengan menggunakan speedboat,” ungkap petugas itu.
Insiden jembatan ambruk, terjadi saat penyambutan kedatangan pasangan Calon Bupati Kabupaten Maluku Tengah (Malteng), Andi Munaswir dan Tina Tetelepta, bersama Tim yang hendak mengelar kampanye di Desa Hatta, Rabu, 30 Oktober 2024.
Hanya saja, saat penyembutan pendukung pasangan Andi-Tina, yang baru saja merapat di jembatan (tambatan perahu), di Desa Hatta, tiba-tiba jembatan tersebut ambruk, yang menyebabkan, warga dan tim kempanye Andi-Tina, tewas dan luka.
Korban tewas dalam insiden itu, masing-masing: Andan Teja Nurbati anggota DPRD Kabupaten Maluku Tengah 2024-2029, Ruslan Hurasan mantan Anggota DPRD Provinsi Maluku, Amrin Laka, Musbai Raharusun, Wa Salina, Ladjama Husin Sama, Hamim dan Ibrahim Lauju.
Sedangkan, korban luka, Mila, Wasinta dan Henny dan juga ada sejumlah korban luka lainnya yang belum terindentifikasi.
CERITA WARGA
Informasi yang dihimpun Kabar Timur menyebutkan, rombongan tim kampanye Andi-Tina, sebelum dijadwalkan akan diterima warga adat dan warga di Kampung Lama, Desa Hatta. Persiapan penyambutan Andi-Tina di kampung lama atau kampung adat Desa Hatta, sudah dilakukan dengan agenda, kunjungan ke rumah adat dan masjid.
Persiapan matang yang sudah dilakukan perangkat Desa Hatta, tiba-tiba, entah kenapa dibatalkan dan langsung Tim kampanye Andi-Tina, merapat ke Kampung Baru.
“Tiba-tiba batal, tanpa alasan dan tiba-tiba juga ada insiden jembatan ambruk itu,” cerita warga di Kampung Lama, itu kepada Kabar Timur. Pulau Hatta atau Desa Hatta, tatanan adat adatnya cukup kuat.
“Apakah kejaian itu, ada kaitannya dengan itu, kita tidak bisa memprediksi. Karena kita tahu, adat disini (Pulau Hatta), percaya atau tidak percaya, tapi kerap terjadi, bila ada yang melanggar adat disitu,” ungkapnya. (KT)


























