KABARTIMURNEWS.COM.AMBON – Sekretaris Daerah (Sekda) Sadali Ie kaget inflasi Maluku naik drastis dari 2,81 persen yoy di tahun 2023 menjadi 4,12 persen yoy.
“Saya kaget inflasi Maluku naik jadi 4,12 persen,”ungkap Sadali pada peluncuran Berita Resmi Statistik Maluku Januari 2024, di Aula Kantor BPS Maluku, Kamis.
Naiknya inflasi Maluku, disebabkan masuknya Kabupaten Maluku Tengah (Malteng), sebagai penyumbang, menjadi daerah penilaian Indeks Harga Konsumen (IHK) beserta Kota Ambon dan Kota Tual.
Sebagaimana release BPS Januari 2024 Inflasi berdasarkan IHK: Kabupaten Maluku Tengah, sebesar 6,46 persen yoy, Kota Ambon 2,74 persen yoy, dan Kota Tual 2,88 persen yoy, hingga menyebabkan inflasi Maluku naik menjadi 4,12 persen yoy.
Naiknya inflansi Maluku berdampak pada ukuran kinerja pemerintah provinsi, dan ancaman bagi tiga Penjabat Bupati/Walikota sesuai penegasan Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian.
“Mendagri mengingatkan dalam tiga bulan berturut-turut inflasi mengalami kenaikan maka akan dilakukan evaluasi,” tandasnya.
Menindaklanjuti hal tersebut, menurut Sadali perlu dilakukan koordinasi dengan ketiga pihak kabupaten/kota untuk dilakukan berbagai kebijakan dalam menurunkan inflasi.
“Kolaborasi ini perlu dilakukan menganalisis, membicarakan, mendiskusikan apa yang harus dilakukan dalam penanganan inflasi ini. Dimana inflasi nasional 2,57 persen yoy. Kita segera melakukan koordinasi, dan bulan depan bisa dilakukan langkah dalam penanganan inflasi,”ujarnya.
Dia berharap forum BPS yang dilaksanakan ini dapat menjadi agen dalam memberikan informasi melakukan kajian terhadap berbagai perkembangan data, serta memberikan rekomendasi bagi Pemerintah Daerah dalam mengambil langkah kebijakan strategis guna mengantisipasi apa yang menjadi tindakan. “Terutama dalam penanganan dan pengendalian inflasi di Maluku,” tutupnya. (KTL)

























