Bareskrim Usut Skandal Izin BPS di Gunung Botak

Aneka

Ikan Paus Terdampar di Pantai Hatu Ditenggelamkan

badge-check


Ikan Paus Terdampar di Pantai Hatu Ditenggelamkan Perbesar

KABARTIMURNEWS.COM.AMBON – Stasiun Perlindungan Sumberdaya Kelautan dan Perikanan (PSDKP) Ambon mengevakuasi ikan paus sperma (Physeter Macrocephalus) yang terdampar di Pesisir Pantai Dusun Tasena, Desa Hatu, Leihitu Barat, Kabupaten Maluku Tengah, Maluku.

Kepala Stasiun PSDKP Ambon, Martin Yermias Luhulima mengatakan, penanganan pertama yang dilakukan yaitu mengidentifikasi jenis paus dan melakukan pengukuran sambil melakukan koordinasi dengan Staf Pemerintah Negeri Hatu.

“Tim juga berkoordinasi dengan beberapa instansi terkait untuk membantu mengevakuasi ikan Paus tersebut,” kata Martin, di Ambon, Rabu.

Ia mengungkapkan, awalnya bermula dari laporan melalui Bere, masyarakat Negeri Hatu bahwa adanya ikan Paus terdampar di pesisir Pantai Dusun Tasena, Desa Hatu yang ditemukan masyarakat.

Selanjutnya Tim Stasiun PSDKP Ambon beserta Tim dari BKSDA Maluku, LOKA Pengelola Sumberdaya Pesisir dan Laut (LPSPL) Satker Ambon, dan Dinas Kelautan dan Perikana (DKP) Provinsi Maluku melakukan peninjauan lokasi terdamparnya Paus Sperma tersebut.

“Ikan Paus Sperma yang terdampar dalam kondisi mati dengan panjang 9 meter, jenis kelamin Betina, perkiraan umur masih anak, perkiraan mati hari Minggu 17 Desember 2023, kondisi ketika ditemukan masuk dalam kode 2 menuju 3 atau masih segar berdasarkan analisa dari LPSPL Ambon,” ungkapnya.

Ia mengaku, setelah tim berunding dan koordinasi dengan pemerintah desa, maka diambil keputusan proses penanganan terhadap ikan paus dengan menariknya untuk ditenggelamkan ke tengah laut.

Penarikan dilakukan oleh tim dengan menggunakan Kapal Garopa dan Kapal Seram Sea milik DKP Maluku dan dibantu masyarakat Negeri Hatu.

Tim bersama masyarakat melakukan penarikan paus yang telah dililit menggunakan jaring yang diberi pemberat ke Kedalaman perairan 540 meter dengan titik koordinat S 3⁰45’46.58″ E 128⁰02’28.27″,” ucapnya. (AN/KT)

Tinggalkan Balasan

Baca Juga

15 Hari di Luar Daerah per Bulan: Pemerintahan KKT Dinilai “Jalan Setengah Mesin”, DPRD Didesak Ambil Sikap

25 Juli 2026 - 20:17 WIT

Pelni Ambon & Tim Gabungan Perketat Pengawasan Kapal dari Penyelundupan Satwa Dilindungi dan Barang Terlarang

22 Juli 2026 - 21:30 WIT

BKKBN Maluku & Muslimat NU Bergandengan, Ubah Edukasi Stunting Jadi Aksi Nyata Lewat “Ibu Asuh”

21 Juli 2026 - 20:33 WIT

Ini Strategi Pemprov Maluku di Blok Masela Biar Putra Daerah Tak Cuma Jadi Penonton

21 Juli 2026 - 20:21 WIT

Menanti Blok Masela: Pelni Ambon Siap “Tancap Gas” Jika Arus Logistik Mulai Membanjir

17 Juli 2026 - 00:14 WIT

Trending di Maluku