1.125 JCH Maluku Dilepas Menuju Mekkah, Ambon Paling Banyak

KABARTIMURNEWS, AMBON - Gubernur Maluku, Murad Ismail resmi melakukan pelepasan terhadap 1.125 Jemaah Calon Haji (JCH) asal Maluku, untuk diberangkatkan menuju Tanah Suci Mekkah, Arab Saudi.

Pelepasan tersebut dilakukan Murad Ismail di Asrama Haji, Waiheru Kota Ambon, Selasa (13/6) kemarin. Pelepasan Jamaah haji ditandai dengan penyerahan bendera kloter dari Gubernur Maluku kepada Ketua Kloter.

Dari 1.125 JCH asal Provinsi Maluku paling banyak terdapat di Kota Ambon, dan yang paling sedikit berasal dari Kabupaten Maluku Barat Daya (MBD).

Total jemaah haji Provinsi Maluku berjumlah 11.25 orang, yang terdiri dari kota Ambon 314 jemaah, Kabupaten Maluku Tengah 141 jemaah, Maluku Tenggara 68 jemaah.

Kemudian Kabupaten SBB 114 jemaah, Kab. Buru 103 Jemaah, SBT 111 Jemaah, Kabupaten Kepulauan Aru 51 Jemaah, Tanimbar 11 jemaah, Kota Tual 100 Jemaah, Bursel 43 Jemaah, dan MBD 8 Jemaah.

Sedangkan berdasarkan jenis kelamin, yang terbanyak adalah perempuan dengan jumlah 667, dan laki-laki sebanyak 458. Untuk usia tertua JCH berasal dari Kabupaten Maluku Tengah yang berusia 98 tahun, dan Jemaah termuda dari Kepulauan Aru dengan usia 20 tahun.

Gubernur dalam sambutannya mengatakan, patut bersyukur karena Pemerintah Provinsi melepaskan 1.125 jemaah calon haji Maluku ke Arab Saudi.

“Dan atas nama pribadi, keluarga dan Pemda beserta seluruh masyarakat Maluku, kami sennatiasa mendoakan bpk/ibu agar tetap diberikan kekuatan lahir dan batin, serta kesehatan selama melaksanakan ibadah haji,” katanya.

Ia juga berpesan, agar para jemaah bisa menggunakan waktu selama 40 hari untum memperbanyak ibadah, berdzikir, berdoa, bertawakal, untuk meraih Ridho dan Rahmat dari Allah SWT, guna menjadi haji yang mabrur dan mabruroh.

"Kepada panitia penyelenggara haji laksanakan tugas saudara-saudara, secara serius dan sepenuh hati sesuai dengan amanah dan tanggung jawab saudara-saudara,”tandasnya.

Ditempat yang sama, Kakanwil Kementerian Agama Provinsi Maluku, Yamin dalam laporannya mengatakan, penyelenggaraan haji tahun ini mengusung tagline "Haji Ramah Lansia" sesuai dengan ketetapan Menteri Agama.

"Tagline ini dikarenakan, sebagian jemaah haji Indonesia pada tahun 2020-2021 tertunda keberangkatannya dan jumlah lansia mencapai 31 persen, dari jumlah jemaah haji, itu artinya pelayanan tahun ini harus lebih ditingkatkan,”terang Kakanwil Kemenag.

Ia menyampaikan ada tiga kloter keberangkatan dari Provinsi Maluku, yakni kloter 33, 34 dan 35 UPG, yang akan berangkat menuju Embarkasi di Makassar pada Kamis 15 Juni 2023, dan Jumat 16 Juni 2023.

Dan itu, lanjuutnya, yang dijadwalkan akan menuju ke Jedah pada 16-17 Juni 2023, serta tiba kembali pada 30 Juli 2023, dan direncanakan tiba di Maluku pada 1-2 Agustus 2023 jika tidak ada perubahan.

"Tentang kuota haji Indonesia yang berjumlah 221.000, Provinsi maluku mendapat kuota normal 1.086 jemaah, dan pada 19 mei 2023 dikeluarkan keputusan Menteri Agama Nomor 467,”paparnya.

“Keputusam itu tentang kuota haji tambahan yakni sebanyak 57 jemaah dan semua dapat diberangkatkan. Ini merupakan kebanggaan kita dengan bertambahnya kuota haji maka waiting list di Provinsi Malulu bisa berkurang,”jelasnya.

Ia juga menambahkan bahwa, tahun ini jemaah haji tidak diberangkatkan sendiri, karena sesuai janji gubernur ditambahkan pendamping jemaah sebanyak 16 orang.

"Menjelang keberangkatan ada jemaah dari SBB, Buru dan 1 Kabupaten yang meninggal dunia dan diupayakan agar jemaah yang meninggal bisa diganti dengan ahli waris atau keluarga lainnya, dan hal ini sedang diproses, agar bisa diberangkatkan pada kloter terakhir,”ungkapnya.

Ia juga menyampaikan untuk seluruh dokumen perjalanan jemaah, sudah selesai dan siap diberangkatkan dengan aman dan selamat.(KTE)

Komentar

Loading...