KABARTIMURNEWS.COM,AMBON, – Anggota komisi III DPRD Maluku Rovik Akbar Afifuddin tidak setuju vaksinasi untuk anak usia 6-11 tahun, hal ini dikarenakan vaksinasi tidak menjadi syarat untuk hal apapun termasuk sekolah tatap muka.
“Sebenarnya tidak boleh, saya tidak setuju syarat sekolah tatap muka itu harus vaksinasi karena vaksinasi itu sudah tidak boleh dipaksakan,” kata Rovik.
Menurut dia, dalam proses vaksinasi sudah tidak boleh dipaksakan terlebih untuk anak-anak, harus dilakukan dengan kesadaran diri sendiri dan tidak boleh terkesan memaksa.
Sebelum dilakukan proses belajar tatap muka sudah dibentuk hard imunity atau kekebalan kelompok. Menurut Rovik ,tidak perlu sampai 100 persen apalagi kota Ambon sudah masuk dalam zona hijau.
“Kita tidak perlu mengejar prestasi sebagai daerah yang memenuhi standar hard imunity. Jangan kita mau kejar prestasi sebagai daerah yang memenuhi standar hard imunity, padahal kekebalan tubuh anak-anak ini kan paling bagus, imunnya tinggi,” tutur Rovik.
Ambon menjadi kota pertama di Maluku yang melakukan vaksinasi bagi anak usia 6-11 tahun, yang sudah dilakukan serentak pada Selasa, 11 Januari 2022.
Sementara itu, Wakil Ketua DPRD Kota Ambon Rustam Latupono meminta percepatan vaksinasi terhadap anak usia 6-11 tahun. “Vaksinasi Covid-19 untuk anak usia 6 sampai 11 tahun harus dipercepat, agar proses belajar mengajar tatap muka di tingkat sekolah dasar (SD) di Ambon berjalan baik,” ungkapnya, terpisah, kemarin.
Dikatakan, pandemi Covid-19 telah menyebabkan anak-anak tidak bisa melakukan proses belajar mengajar secara langsung, sehingga berdampak pada turunnya prestasi belajar pada anak. “Kami berharap terjadi pemulihan pembelajaran dengan dilaksanakannya pembelajaran tatap muka (PTM) secara langsung, bukan hanya di SMP tetapi juga di SD,” katanya.
Dikatakan, vaksinasi sangat mendukung keselamatan dan keamanan anak-anak dalam melaksankan proses pembelajaran tatap muka (PTM) di sekolah.
Dia berharap dukungan dari semua pihak agar proses vaksinasi dapat berjalan dengan baik, demi mengurangi kekhawatiran orang tua terhadap kesehatan anak-anak saat melaksanakan PTM terbatas.
“Vaksinasi merupakan upaya pemerintah dalam meningkatkan kekebalan dan daya tahan tubuh agar bisa menghindarkan anak-anak dari bahaya terpapar virus corona.” Jelasnya. (Mg1/MG3)

























