Bareskrim Usut Skandal Izin BPS di Gunung Botak

Utama

Kapolda Akui Seleksi Polri di Maluku Sulitkan Masyarakat

badge-check


Kapolda Akui Seleksi Polri di Maluku Sulitkan Masyarakat Perbesar

KABARTIMURNEWS.COM,AMBON, – Kapolda Maluku, Irjen Pol Refdi Andri mengakui, ada kesulitan yang dirasakan masyarakat atau generasi muda ketika hendak mengikuti seleksi Polri di Polda Maluku.

Hal ini diakibatkan dari adanya proses seleksi yang digelar terpusat di Ambon. Sementara, Maluku terdiri dari pulau-pulau yang bahkan moda transportasi laut cukup sulit untuk menjangkau ke ibu kota provinsi Maluku.

Pengakuan orang nomor satu Polri Maluku itu disampaikan ketika menerima kunjungan  komisi III DPR RI di Rupatama, Markas Polda Maluku, Kota Ambon, Jumat pekan kemarin. “Maluku terdiri dari pulau-pulau. Tentu, ini cukup berdampak bahkan menyulitkan masyarakat ketika akan mengikuti tes masuk Polri disini,” kata Irjen Pol Refdi

Menurutnya, jika proses pelaksanaan seleksi masih tetap terpusat di Mapolda Maluku, maka ini akan berpengaruh pada pendaftaran peserta seleksi. Peserta yang mendaftar tidak akan sama banyaknya dengan wilayah lain di Indoensia.

“Makanya kami minta, kalo bisa seleksi juga dilaksanakan di Polres kabupaten/kota. Nanti pada beberapa tahapan seleksi akhir baru itu dilakukan di Polda Maluku,” ucapnya di hadapan tim komisi yang dipimpin Pangeran khairul Saleh itu.

Diungkapkan, ada sekitar 1.400 lebih pulau yang tersebar di Maluku. Sayang, dengan pulau yang ribuan banyak ini, jumlah polisi di Maluku hanyalah 8000 orang personil. Padahal idealnya harus 14.000 orang,” sebutnya.

Tentu, dengan jumlah yang ada, Maluku masih kekurangan sebanyak 6000 orang personil. Jika dilihat, ini akibat dari kesulitan yang dihadapi masyarakat sehingga tak banyak orang yang mampu ke Ambon untuk mengikuti seleksi Polri.

Selain kurangnya personil, Polda Maluku juga kekurangan akan jumlah perwira. Semua pejabat di Polda Maluku menyandang jabatan B2 sehingga peluang untuk sekolah berkurang.

Ditempat yang sama, Pangeran Khairul Saleh menyatakan, pertemuan bersama Kapolda Maluku akan menjadi catatan komisi III DPR. Jika dilakukan rapat kerja bersama Kapolri, catatan tersebut akan disampaikan terutama soal penerimaan calon Polri, keperluan jumah kapal serta personil.

“Buatkan data rillnya untuk menjadi bahan rapat kami nanti,” pintanya.

Sekadar tahu, dalam pertemuan itu hadir para pejabat utama Polda Maluku, Kepala BNNP Maluku Brigjen Pol Drs. Rahman Nursahid, serta Kapolresta Pulau Ambon dan jajaran yang ikut secara virtual.

Sementara komisi III DPR yang bertandang ke Mapolda diantaranya Pangeran Khairul Saleh, Komjen (Purn ) Drs. Adang Daradjatun, H. Agung Budi Santoso, Heru Widodo, H. Santoso, I Wayan Sudirta dan Effie Zakaria Idris. (KTY)

Tinggalkan Balasan

Baca Juga

15 Hari di Luar Daerah per Bulan: Pemerintahan KKT Dinilai “Jalan Setengah Mesin”, DPRD Didesak Ambil Sikap

25 Juli 2026 - 20:17 WIT

Pelni Ambon & Tim Gabungan Perketat Pengawasan Kapal dari Penyelundupan Satwa Dilindungi dan Barang Terlarang

22 Juli 2026 - 21:30 WIT

BKKBN Maluku & Muslimat NU Bergandengan, Ubah Edukasi Stunting Jadi Aksi Nyata Lewat “Ibu Asuh”

21 Juli 2026 - 20:33 WIT

Ini Strategi Pemprov Maluku di Blok Masela Biar Putra Daerah Tak Cuma Jadi Penonton

21 Juli 2026 - 20:21 WIT

Menanti Blok Masela: Pelni Ambon Siap “Tancap Gas” Jika Arus Logistik Mulai Membanjir

17 Juli 2026 - 00:14 WIT

Trending di Maluku