Bareskrim Usut Skandal Izin BPS di Gunung Botak

Politik

Pengamat: Kritik Senior PDIP Evaluasi Kekuatan Hadapi 2024

badge-check


Pengamat: Kritik Senior PDIP Evaluasi Kekuatan Hadapi 2024 Perbesar

KABARTIMURNEWS.COM,AMBON, – Kalaupun ada kritik dari senior PDIP, itu dalam rangka mengevaluasi kepemimpinan dan kepengurusan PDIP serta bagiamana harus membangun kekuatan menghadapi Pemilukada 2024 mendatang.

Pernyataan anggota DPRD Maluku fraksi PDIP Edwin Adrian Huwae terkait dugaan “perselingkuhan” legislatif dan eksekutif dalam  pembahasaan KUA dan PPAS RAPBD perubahan Maluku tahun 2021, mendapat dukungan dari senior PDIP Bito Temmar dan Evert Karmite.

Dua sesepuh PDIP Maluku itu lantang menyebut Edwin telah mengatakan yang benar dan itu sesuai yang diajarkan partai berlambang kepala banteng itu. Kendati demikian, kritik yang disampaikan Bito dan Evert dinilai tak berpengaruh PDIP Maluku yang dipimpin Murad Ismail.

“Dari konflik pengurus PDIP Maluku, memang ada kecenderungan senior PDIP pak Bito dan pak Evert. Tapi, kritik itu tak akan pengaruhi PDIP yang kini dibawah kendali Murad Ismail untuk Pilkada mendatang,” kata pengamat politik Unpatti Ambon, Johan Tehuayo dihubungi Kabar Timur, Minggu (3/9).

Menurutnya, kebijakan maksimal di PDIP Maluku ada pada Murad Ismail. Kemudian, pegambilan keputusan poltik di  internal dan mekanisme partai, semuanya di Murad. Sementara Bito dan Evert hanyalah kader yang kini tidak lagi masuk dalam kepengurusan PDIP Maluku. “Meski kritik itu datang dari orang PDIP, tapi saya rasa tak berdampak ke partai lah. Sebab kebijakan dan mekanisme partai ada di Murad dan Lucky Wattimury,” sebutnya.

Bagi dosen Fisip Unpatti Ambon itu, kalaupun ada kritik dari senior PDIP, maka itu dalam rangka mengevaluasi kepemimpinan dan kepengurusan PDIP serta bagaimana PDIP harus membangun kekuatan dalam menghadapi Pemilukada 2024 mendatang.

Karena dalam perspektif politik, dinamika ini menunjukan bahwa kekuatan PDIP dan elit-elit PDIP semakin dominan dalam merespon dinamika politik terutama dalam rangka menghadapi Pilkada.

Tampilnya elit PDIP ini, disatu sisi menunjukan bahwa ada perbedaan presepsi dan kepentingan, namun dalam perspektif yang lain, ini sebagai langkah melakukan pembenahan terhadap infrastruktur PDIP agar PDIP semakin kuat dalam keputusan-keputusan politiknya terkait bagaimana menyelesaikan perbedaan presepsi di kalangan Edwin dan Murad

Konflik internal PDIP ini tak akan berpengaruh ke pilkada, lanjut dia,  proses pilkada itu juga masih jauh dan tersisa dua tahun lagi. Kemudian ini juga tidak berdampak terhadap dinamika politik PDIP dalam rangka mempengruhi masyarakat untuk memberikan dukungan ke PDIP di Pilkada 2024 mendatang.

Namun, konflik ini menunjukan bahwa PDIP dalam konteks mengawal pemerintahan, eksekutif dan legislatif harus bisa maksimal lagi untuk memperjuangkan dan mengakomodasi aspirasi masyarakat.

“Sehingga kekuatan legislatif dan eksekutif semakin solid. Lalu dalam rangka menghadapi kekuatan politik yang lain misalnya, PDIP itu semakin solid dalm memperjuangkan figur-figurnya,” tukasnya. (KTY)

Tinggalkan Balasan

Baca Juga

15 Hari di Luar Daerah per Bulan: Pemerintahan KKT Dinilai “Jalan Setengah Mesin”, DPRD Didesak Ambil Sikap

25 Juli 2026 - 20:17 WIT

Pelni Ambon & Tim Gabungan Perketat Pengawasan Kapal dari Penyelundupan Satwa Dilindungi dan Barang Terlarang

22 Juli 2026 - 21:30 WIT

BKKBN Maluku & Muslimat NU Bergandengan, Ubah Edukasi Stunting Jadi Aksi Nyata Lewat “Ibu Asuh”

21 Juli 2026 - 20:33 WIT

Ini Strategi Pemprov Maluku di Blok Masela Biar Putra Daerah Tak Cuma Jadi Penonton

21 Juli 2026 - 20:21 WIT

Menanti Blok Masela: Pelni Ambon Siap “Tancap Gas” Jika Arus Logistik Mulai Membanjir

17 Juli 2026 - 00:14 WIT

Trending di Maluku