Bareskrim Usut Skandal Izin BPS di Gunung Botak

Daerah

Akerina Hentikan Proyek Jalan Lintas Luhu

badge-check


ilustrasi-proyek Perbesar

ilustrasi-proyek

KABARTIMURNEWS.COM,AMBON, – Masyarakat Negeri Luhu, Kecamatan Huamual Belakang, Kabupaten Seram Bagian Barat (SBB) menyesalkan penghentian proyek jalan di desa itu. Kabarnya, penghentian proyek tersebut karena perintah Plh Bupati SBB Timotius Akerina.

“Kami masyarakat Negeri Luhu dan 19 petuanan kecewa dengan adanya penghentian pekerjaan jalan lintas Luhu menuju 19 dusun di Huamual belakang itu,” ungkap Huges Lisaholet, kepada Kabar Timur melalui pesan WhatsApp Senin (30/8).

Menurut Lisaholet, jalan lintas tersebut dibutuhkan masyarakat Negeri Luhu dan 19 dusun petuanan yang ada.Tapi pekerjaan jalan yang hanya tinggal pengaspalan itu dihentikan oleh pihak pelaksana.

Informasinya pihak ketiga menghentikan pekerjaan lanjutan tersebut karena perintah Plh Bupati SBB sendiri. “Katong dengar-dengar proyek jalan ini dimoratorium oleh Plh Bupati Yus Akerina. Seng tau alasannya apa,” akuinya.

Terkait nilai anggaran maupun pihak ketiga yang melaksanakan pekerjaan tersebut, dia mengaku tidak tahu menahu. “Intinya Katong minta supaya jalan ini diaspal untuk membantu pergerakan ekonomi di negeri kami itu aja” ujar dia.

Menurutnya, pekerjaan jalan lintas tersebut sedianya gencar dilakukan sebelum Bupati Yasin Payapo meninggal dunia, hingga masuk persiapan untuk pengaspalan. Tapi datang Timotius Akerina, menggantikan Alm Bupati Yasin Payapo pekerjaan lanjutan dimaksud tiba-tiba dihentikan tanpa alasan.

“Katong masyarakat ini khawatir jangan-jangan anggarannya mau dialihkan ke desa lain. Itu khan seng bagus Kaka to,” ucapnya.

Plh Bupati SBB Timotius Akerina belum dikonfirmasi, namun sumber Kabar Timur yang mengaku dekat dengan Akerina menjelaskan, pekerjaan dihentikan karena masalah lahan.

Menurut sumber, masyarakat beberapa dusun masih enggan melepas lahan mereka untuk menuntaskan proyek jalan tersebut. “Bagaimana Plh Bupati seng kasih stop ini barang, kamong saja seng mau bebaskan lahan?,” sentil sumber. (KTA)

Tinggalkan Balasan

Baca Juga

15 Hari di Luar Daerah per Bulan: Pemerintahan KKT Dinilai “Jalan Setengah Mesin”, DPRD Didesak Ambil Sikap

25 Juli 2026 - 20:17 WIT

Pelni Ambon & Tim Gabungan Perketat Pengawasan Kapal dari Penyelundupan Satwa Dilindungi dan Barang Terlarang

22 Juli 2026 - 21:30 WIT

BKKBN Maluku & Muslimat NU Bergandengan, Ubah Edukasi Stunting Jadi Aksi Nyata Lewat “Ibu Asuh”

21 Juli 2026 - 20:33 WIT

Ini Strategi Pemprov Maluku di Blok Masela Biar Putra Daerah Tak Cuma Jadi Penonton

21 Juli 2026 - 20:21 WIT

Menanti Blok Masela: Pelni Ambon Siap “Tancap Gas” Jika Arus Logistik Mulai Membanjir

17 Juli 2026 - 00:14 WIT

Trending di Maluku