KABARTIMURNEWS.COM,AMBON, – Gagal melapor pembobol ruang kerja Bupati, Pemkab berdalih menunggu jabatan kepala Satpol PP diganti. Kok bisa?
Rencana Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Seram Bagian Barat (SBB), melaporkan resmi empat pelaku pembobol ruang kerja Bupati almarhum M. Yasin Payapo, pada Minggu, 1 Agustus 2021, ke Polres setempat, Rabu, kemarin, batal dilakukan.
Informasi yang dihimpun Kabar Timur di Kantor Pemkab SBB, kemarin, menyebutkan, batalnya laporan tersebut, lantaran ada rencana roling Kepala Satuan (Kasat) Pol-PP SBB Abraham Tuhenai dengan pejabat baru.
“Yang harus melapor itu, Kasat Pol. PP. Tapi, karena ada rencana pergantian atau roling jabatan dalam waktu dekat sehingga rencana melapor ditunda hingga pejabat baru Kasat Pol. PP nanti, baru dilakukan pelaporan ke pihak Kepolisian setempat,” ungkap salah satu pejabat di Lingkup Pemkab SBB, kepada Kabar Timur, Rabu.
Sekda SBB, Mansur Tuharea yang dihubungi Kabar Timur via telepon selulernya, menolak menjelaskan alasan ditundanya pelaporan terhadap empat pelaku pembobol ruang kerja Bupati almarhum Yasin Payapo.
Sekda Tuharea yang awalnya mengebu-gebu menyatakan pihaknya bakal melapor Rabu, kemarin, sebagaimana yang diberitakan koran ini, suara dibalik hand phonenya, kemarin terkesan loyo, ketika didesak kenapa pelaporannya ditunda.
Sedangkan, informasi lain menyebutkan, laporan resmi ke polisi tetap dilakukan oleh Pemkab SBB. “Tetap Pemkab akan laporkan tindakan pembobolan itu. Tunggu setelah pejabat Kasatpol-PP SBB yang baru dulu. Nanti besok (hari ini), saya akan kabarkan perkembangan mengenai laporan tersebut. Intinya tetap kita laporkan, “ ungkapnya.
Sama halnya, Mansur Tuharea yang terkesan irit bicara itu, mengaku akan mengabari prihal gagalnya laporan yang direncanakan itu. “Nanti saya kabari, paling lambat besok,” kata Mansur sambil menutup perbincangan via hand phone bersama Kabar Timur, kemarin.
Untuk diketahui, Minggu 1 Agustus 2021 malam lalu, empat orang yang diduga orang dekat mendiang M. Yasin Payapo, datang ke ruang Bupati untuk mengambil sejumlah dokumen penting.
Aksi empat orang yang diduga waga Luhu, kabupaten SBB ini, langsung dicegat oleh Satpol-PP yang bertugas malam itu. Semua dokumen yang diambil juga berhasil diamankan.
Berdasarkan keterangan dari keempat oknum masyarakat desa Luhu yang membobol ruang kerja Bupati SBB, mereka mengaku apa yang dilakukan merupakan perintah Isteri Almarhum Bupati M. Yasin Payapo yakni Sarifa Payapo. (KTE)

























