Bareskrim Usut Skandal Izin BPS di Gunung Botak

Kriminal

25 Bak Rendaman Emas di Gunung Botak Dimusnakan

badge-check


25 Bak Rendaman Emas di Gunung Botak Dimusnakan Perbesar

KABARTIMURNEWS.COM,AMBON, – Informasi terkait masih adanya aktivitas penambangan ilegal di tambang emas Gunung Botak (GB) Pulau Buru, ternyata benar adanya.

Itu terungkap setelah aparat kepolisian Sektor Waeapo berhasil menemukan sebanyak 25 unit bak rendaman emas ilegal di kawasan tambang tersebut.

“Tadi kami melakukan penyisiran sejak pukul 10.00 sampai pukul 14.30 WIT, dan ditemukan bekas aktivitas pertambangan emas yang menggunakan metode rendaman. Ada sebanyak 25 buah bak rendaman yang ditemukan. Barangnya langsung dimusnahkan dengan cara dibakar,” kata Kabid Humas Polda Maluku, Kombes Pol. M. Rum Ohoirat.

Menurutnya, lokasi aktivitas tambang ilegal yang satu ini belum pernah disentuh oleh aparat kepolisian. Lokasi yang dikenal dengan nama jalur A dan B ini masih di kawasan GB tapi tepatnya Desa Persiapan Wamsait, Kecamatan Waelata, Kabupaten Buru.

“Kemarin juga personil langsung memberikan himbauan kepada masyarakat agar tidak memasuki area tambang dan melakukan aktivitas penambangan ilegal,” katanya.

Rum mengaku, sehari sebelumnya, Polda Maluku telah menerima perwakilan pengunjuk rasa yang menggelar aksi demonstrasi di depan perempatan Monumen Gong Perdamaian Dunia, di Kota Ambon, Senin (2/8)

“Kemarin saya menerima para pengunjuk rasa, dan mereka mengaku masih ada kegiatan tambang emas liar dan peredaran sianida dan merkuri,” katanya.

Selain itu, para pendemo juga mengaku masyarakat di dataran Waeapo sudah tidak bisa lagi mengkonsumsi air bersih di sana. Ini akibat maraknya ditemukan pengolahan emas menggunakan obat-obatan terlarang seperti sianida dan merkuri.

“Mereka bilang banyak rendaman yang saat ini masih beroperasi di desa Wamsait jalur A dan Jalur B, yang belum disentuh sampai sekarang oleh pihak kepolisian,” katanya.

Kepada para pendemo, Rum menyampaikan bahwa penutupan gunung botak bukan saja kebijakan Polisi sendiri melainkan pemerintah daerah maupun pemerintah pusat.

“Saat ini pengamanan Gunung Botak sudah diserahkan kepada Polres Buru dan anggaran dari pemerintah daerah setempat untuk mendukung pengamanan sudah tidak ada lagi,” kata dia.

Mengenai keterlibatan oknum polisi, Rum menegaskan pihaknya selama ini tidak pernah tebang pilih dan menindak tegas siapa saja yang terlibat.

“Kami sudah berkomitmen apabila ada oknum yang terlibat akan kami proses, bahkan ada beberapa anggota yang sudah kami pecat, beberapa perwira yang sudah kami tarik,” tegasnya.

Mantan Kapolres Kepulauan Aru dan Kota Tual ini juga menyampaikan terima kasih kepada para mahasiswa yang telah menyampaikan aspirasinya.  “Mereka juga menyerahkan tuntutan sikap dan saya sampaikan akan menyampaikan kepada bapak Kapolda,” pungkas Rum.

(KTY)

Tinggalkan Balasan

Baca Juga

15 Hari di Luar Daerah per Bulan: Pemerintahan KKT Dinilai “Jalan Setengah Mesin”, DPRD Didesak Ambil Sikap

25 Juli 2026 - 20:17 WIT

Pelni Ambon & Tim Gabungan Perketat Pengawasan Kapal dari Penyelundupan Satwa Dilindungi dan Barang Terlarang

22 Juli 2026 - 21:30 WIT

BKKBN Maluku & Muslimat NU Bergandengan, Ubah Edukasi Stunting Jadi Aksi Nyata Lewat “Ibu Asuh”

21 Juli 2026 - 20:33 WIT

Ini Strategi Pemprov Maluku di Blok Masela Biar Putra Daerah Tak Cuma Jadi Penonton

21 Juli 2026 - 20:21 WIT

Menanti Blok Masela: Pelni Ambon Siap “Tancap Gas” Jika Arus Logistik Mulai Membanjir

17 Juli 2026 - 00:14 WIT

Trending di Maluku