Bareskrim Usut Skandal Izin BPS di Gunung Botak

Utama

Kebijakan Gubernur Murad Diintervensi, Hena Hetu Tak Tinggal Diam

badge-check


					Gubernur Maluku, Murad Ismail Perbesar

Gubernur Maluku, Murad Ismail

KABARTIMURNEWS.COM,AMBON, – Setelah Gubernur Maluku, Murad Ismail memutuskan untuk menggantikan Kasrul Selang dengan Sadli Le sebagai Pelaksana Harian (Plh) Sekda Maluku serta pergantian Komut Bank Maluku-Malut, M.A.S. Latuconsina, banyak pihak yang beranggapan, hal itu terjadi lantaran hubungan mereka sudah tidak cocok.

Anggapan ini muncul mengingat pergantian dilakukan secara mendadak. Kemudian, ada juga yang menilai langkah yang diambil Gubenur Murad baik terhadap Kasrul maupun Sam Latuconsina, salah. Bahkan ada yang sampai mengintervensi keputusan itu.

Menyikapi hal ini, Juru Bicara (Jubir) Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Hena Hetu, Rauf Pelu menegaskan, Hena Hetu akan tetap ada untuk mendukung setiap kebijakan Gubernur Murad Ismail.

“Tak ada hak satu orang pun di daerah ini untuk mengintervensi kebijakan pak Gubernur Murad. Kalau saran dan kritik, iya. Tapi kalau mengintervensi, itu salah. Dan Hena Hetu tetap ada untuk pak Murad,” kata Pelu kepada wartawan di Ambon, Kamis (22/7).

Menurutnya, masih ada sejumlah orang yang tidak senang dengan pencopotan Sam Latuconsina dari jabatan Komut Bank Maluku. Kemudian, ada juga yang sengaja membesarkan masalah dengan dugaan-dugaan sembarang setelah Gubenur menggantikan Kasrul Selang dari Sekda.

“Padahal khan tidak apa-apa. Untuk Bank Maluku, Pak Murad itu pemegang saham terbesar, jadi tak ada salahnya mengevaluasi dengan pergantian. Lalu di pemerintahan, kalau Sekda definitif sakit, ya pantas untuk dinaikan Plh Sekda supaya roda birokrasi tetap berjalan maksimal,” tandasnya.

Pelu bahkan heran dengan adanya pihak-pihak yang membesarkan masalah pergantian Sekda Kasrul. Padahal, itu telah diatur dalam aturan. Dan setiap kebijakan strategis, Plh Sekda masih harus mendengar dari Kasrul Selang.

“Pak Sadli Le hanya menjalankan rutinitas Sekda, tapi untuk kebijakan strategis itu bukan kewenangan pak Sadli. Jadi itu hanya Plh, tidak usah dipersoalkan. Pastinya, yang diputuskan pak Gubernur sudah dipikirkan matang,” tegasnya.

Ditambahkan, Hena Hetu sebagai organisasi adat Jazirah Leihitu akan tetap mendukung apa yang dilakukan Mantan Dankor Brimob itu.

“Mari kita beri kesempatan untuk pak Murad bekerja. Ini baru dua tahun lebih pak Murad menjabat. Dan hasilnya bisa dilihat, ada sejumlah perubahan di Maluku. Jadi mari sama-sama membantu pemerintah provinsi untuk Maluku yang lebih baik,” pungkasnya. (KTY)

Tinggalkan Balasan

Baca Juga

Cetak Generasi Tangguh, Lanud Pattimura Gelar Persami KKRI 2026 bagi Pelajar Maluku

14 Februari 2026 - 19:19 WIT

Skandal UP3 Tanimbar, Dugaan Pelanggaran Prosedur Pembayaran Proyek Ratusan Miliar

7 Februari 2026 - 12:11 WIT

Maluku Raup Rp 6 Triliun dari Pajak Impor, Investasi Tembus Rp365 Triliun

6 Februari 2026 - 00:39 WIT

Bukti Sudah Terang, Korupsi DD Desa Luhu  Saatnya “Naik Kelas”

3 Februari 2026 - 10:28 WIT

Gebrakan “Beringin” Maluku, Rekrut Jurnalis Kawakan Rebut Kejayaan 2029

1 Februari 2026 - 02:17 WIT

Trending di Maluku