KABARTIMURNEWS.COM,AMOBN, – Fakta-fakta ini patut diusut memperkuat dugaan suap. Nyanyian Kim Markus soal uang merah-merah juga penting.
Perkara dugaan korupsi PT Kalwedo Kejati Maluku diminta fokus mengusut Lucas Tapilouw. Kalau pun kasus ini akhirnya menyeret nama Benyamin Thomas Noach hal itu baru bisa dibuktikan di peradilan Lucas.
“Jaksa harus fokus Lucas dulu, supaya jangan bingung. Jadi bukan ke bravo, bupati MBD to,” ujar pengacara Rony Samloy kepada Kabar Timur, Selasa (20/7).
Apalagi penyidikan Lucas Tapilouw oleh tim jaksa telah mengerucut ke perhitungan kerugian keuangan negara di BPKP Maluku. Otomatis penyidikan perkara ini akan lebih intens menggali peran eks Plt Dirut PT Kalwdo itu.
Anggota tim hukum Benyamin Thomas Noach ini menandaskan, laporan Lucas Tapilouw melalui kuasa hukumnya Yustin Tuny masih harus dibuktikan. Yang mana penyelidikan juga belum dilakukan oleh Kejati Maluku.
Itu berarti laporan Lucas masih perlu waktu untuk membuktikan peran Noach dalam skandal korupsi di BUMD tersebut. Dan menurut Rony, pembuktian yang punya kekuatan hukum adalah di pengadilan Tipikor.
“Soal dia mau manyanyi di Kejati itu hak dia (Lucas) tapi dia harus buktikan Noach di pengadilan. Itu baru fair namanya,” ujar Rony.
Diakui mayoritas masyarakat Kabupaten MBD butuh kepastian hukum terkait aktor-aktor yang diduga terlibat dalam skandal korupsi di PT Kalwedo. Karena itu perkara yang telah berjalan dan sementara diusut Kejati Maluku untuk Lucas Tapilouw perlu didorong hingga ke Pengadilan Tipikor Ambon.
Di lain sisi dengan diusutnya perkara ini masyarakat MBD berharap agar pengelolaan PT Kalwedo lebih transparan. Tidak menimbulkan fitnah sana sini terhadap para pengelola perusahaan milik daerah itu.
“Masyarakat MBD pada prinsipnya berharap kalau ada indikasi korupsi di PT Kalwedo harus diproses hukum. Agar tidak jadi bola salju liar. Supaya ada orang-orang yang dimintai pertanggungjawaban,” ingatnya.
KIM MARKUS
Sementara itu, informasi lain menyebutkan, Kejaksaan Tinggi Maluku, juga harus melakukan penelusuran terkait pengakuan salah satu tokoh muda MBD tentang suap jumbo Rp 500 juta untuk tutupi peran mantan bos PT Kalwedo sebagaimana yang sempat viral di Medsos, beberapa waktu lalu.
“Jejak rekam digital masih ada. Fakta-fakta ini patut diusut untuk memperkuat dugaan ada yang tidak beres di kasus ini. Sekaligus untuk membuktikan nyanyian Kim Markus soal uang merah-merah yang diantarkan itu, untuk siapa,” sebut salah satu tokoh MBD, kepada Kabar Timur, Selasa.
Sebagaimana diketahui, mengutip akun facebook, tertanggal 17 Juli 2020, bernama Kim Markus: tertulis: “#siapsenior: kopor hijau pertama itu 500 jta, akang dalam pecahan 100 warna merah2 samuaee. Orderan pertama jangan ada panggilan sampe habis pemilu……”
Pada rekam jejak digital terkait pengakuan Kim Markus harus jadi pintuh masuk, bagi Kejaksaan, karena Kim Markus merupakan salah satu lakon yang ikut mengantarkan uang pelicin, agar keterlibatan mantan Bos Kalwedo ditutupi. (KTA)

























