Tindakan Polisi “Brutal” IAIN Kembali Demo Hari Ini

KABARTIMURNEWS.COM,AMBON, - Tak terima dengan tindakan represif petugas kepolisian dan Satpol PP gelombang demo tolak PPKM Mikro lanjutan besok dilakukan mahasiswa IAIN Ambon. Tak hanya itu, mempidanakan petugas ke ranah hukum juga dilakukan.

Pengacara Hamid Fakaubun kepada Kabar Timur mengaku tindakan represif petugas telah mengakibatkan sejumlah mahasiswa mengalami luka pukul. Khusus IAIN Ambon, katanya,  mereka siap turun karena kecewa dengan tindakan represif aparat kepolisian.

“Oknum-oknum kepolisian brutal yang pukul adik-adik saya kemarin. Ini foto korban dari ana-ana IAIN. Saya akan buat upaya hukum terhadap adik2 yang dipukul,” jelas Fakaubun dihubungi melalui WhatsApp Minggu (18/7).

Diantaranya Gibri Bahta dan Halik Rahantan, sebutnya sambil mengirim foto wajah kedua mahasiswa dengan luka memar di mata dan pelipis. “Ada beberapa orang lagi seperti Risno dkk. Sementara ada cari rumah sakit untuk buat bukti visum,” kata dia.

Sesuai rencana agenda demo mahasiwa hari ini diakui masih tahap konsolidasi namun telah dipastikan satu titik aksi yang baru bukan lagi di Kantor Walikota Ambon. “Besok di DPRD Kota titik aksinya. Anak-anak masih dalam tahap konsolidasi,” terangnya.

Jumat pekan 28 mahasiswa dan satu warga yang ditahan aparat kepolisian, dalam demo menolak PPKM Mikro diperketat di Kota Ambon. Namun dibebaskan sekitar pukul 17.00 WIT sore, Kamis (16/7).

Salah satu pendemo Hijrah yang ditahan menyatakan demo lanjutan bakal dilakukan. “Kami minta audensi dimediasi aparat kepolisian bersamamu Walikota. Kalau tidak, tetap akan ada demo serupa, dan kali ini dilakukan di DPRD Maluku, “ akuinya.

Uniknya, ungkap mahasiswi Universitas Pattimura (Unpatti) Ambon ini, ketika diamankan di Polsek Sirimau dari demo pekan kemarin 28 mahasiswa gabungan tiga perguruan tinggi IAIN, Unidar dan Unpatti Ambon diswab. Hijrah mengaku dia puluhan mahasiswa lainnya diswab atas perintah Kapolres Ambon.

“Kita disuruh melakukan tes swab, kemudian diminta sidik jari, biodata diri, lalu di foto berulang-ulang kali. Tapi permintaan kita untuk mediasi dengan Walikota, tidak ditanggapi pihak polisi,” tuturnya.

Tujuan pemeriksaan medis tersebut untuk  isolasi di rumah sakit apabila terkonfirmasi positif. “Kalau terbukti positif kami 28 orang akan dijemput petugas Covid dari tempat tinggal masing-masing,” akui Hijrah. (KTA)

Komentar

Loading...