KABARTIMURNEWS.COM,AMBON, – Tuduhan kepada Bupati Maluku Tenggara (Malra) M. Thaher Hanubun, terkait korupsi dana Covid-19 dinilai tidak benar, lantaran tidak ada cukup bukti untuk mengungkapkan hal tersebut.
Demo yang dilakukan Forum Penyambung Lidah Rakyat (FPLR), di Kejaksaan Tinggi (Kejati) Maluku beberapa waktu lalu itu, dinilai aksi perpanjangan tangan para politisi gagal, yang tidak diakomodir.
Sejumlah Organisasi Kemasyarakatan Pemuda (OKP) dan mahasiswa Kota Ambon, yang tergabung dalam aliansi Pemerhati Kabupaten Maluku Tenggara (Malra) menilai, aksi demo kepada Thaher itu terindikasi ditunggangi para oposisi yang merupakan politisi gagal.
“Karena kepentingan para politisi gagal tidak diakomodir Bupati, makanya mereka gunakan FPLR untuk lakukan aksi tersebut, “ ungkap Kader GMNI Kota Ambon, Amsir Renoat, kepada wartawan, Minggu (27/6).
Selain itu, dia mengatakan, demonstrasi terhadap Bupati dan Isterinya Eva Eliya yang dituding memegang proyek, dinilai merupakan salah satu pembunuhan karakter yang sengaja dilakukan para demonstran.
“Mereka juga menuding Isteri Bupati lakukan nepotisme, karena terlibat pembagian proyek. Tapi semua tudingan itu tidak dilandasi bukti kuat, sehingga kami menilai, aksi itu hanya untuk memecah belah keutuhan masyarakat Malra, “ ungkapnya.
Diwaktu yang sama, ketua KNPI Kota Ambon, Sugiarto Solissa mengaku, apa yang dilakukan para demonstran dimaksud, tidak sesuai fakta di lapangan.
Bagaimana tidak, Sugiarto menjelaskan, berdasarkan penilaian BPK, Kabupaten Maluku Tenggara secara berturut-turut selama beberapa kali mendapatkan opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP).
“WTP dari BPK secara beruntun dalam beberapa tahun terakhir, telah membuktikan bahwa Bupati Maluku Tenggara, selama kepemimpinannya menentang keras Korupsi Kolusi dan Nepotisme (KKN). Olehnya itu, saya imbau kepada seluruh pemuda Malra, agar tidak mudah terprovokasi dengan aksi yang tidak jelas seperti itu. Itu hanya untuk merusak keutuhan masyarakat,”ujarnya.
Senada dengan itu, Kabid PTKP HMI Cabang Ambon, Risman Solissa mengatakan, pihaknya bersama beberapa OKP lainnya mendukung pemerintahan Thaher Hanubun. “Kita lihat saja selama beberapa tahun terakhir, selama kepemimpinan Bupati Thaher Hanubun, pembangunan di sana berkembang pesat, bahkan menyentuh hingga desa terpencil, “ tutupnya.
Untuk diketahui, sejumlah OKP Kota Ambon, yang tergabung dalam aliansi Pemerhati Kabupaten Maluku Tenggara, menyatakan sikap mendukung penuh pemerintahan Thaher Hanubun.
Mereka yang menyatakan dukungan itu adalah, PD II KNPI Kota Ambon, GMNI, PMII, HMI, Anti Penindasan dan dan Garda NKRI Kota Ambon. Mereka yakin, Maluku Tenggara sejak dipimpin Hanubun, sudah bersih tanpa Korupsi, Kolusi dan Nepotisme. (KTE)

























