KABARTIMURNEWS.COM,AMBON, – Cara yang dilakukan salah satu pegawai Bank Republik Indonesia (BRI) Cabang Banda bernama Santoro untuk mendapatkan cicilan dana Kredit Usana Rakyat (KUR) dikeluhkan salah satu nasabah, Widya Gani.
Betapa tidak, tanpa pemberitahuan apapun, uang yang ada di rekening Widya terpotong sebesar Rp 450 ribu. Padahal, nomor dan paswoord dari rekening tersebut, hanya diketahui pribadi Widya.
“Yang jelas ini kejahatan. Kok yang tahu PIN rekening hanya saya sendiri, tapi uangnya bisa diambil Pak Santoro yang adalah pegawai BRI di Banda,” kata Widya dengan nada kesal ketika menghubungi Kabar Timur, Selasa (1/6).
Dia menjelaskan, dirinya bersama suami memang mengambil dana KUR di BRI Cabang Banda. Setiap bulan, pembayaran cicilan sebesar Rp 1.350.000.00. Pada bulan Mei 2021, cicilan dibayar tapi hanya sebesar Rp 900 ribu. Sisanya sebesar Rp 450 ribu akan diberikan pada pagi harinya mengingat malamnya ada urusan penting.
Tapi, Widya dibuat kaget setelah membaca pesan What’s App dari Santoro yang mengatakan jika dirinya (Santoro-red) sudah mengambil cicilan sisa Rp 450 ribu dari rekening lain milik Widya di KCP BRI Waihaong.
“Meski sama BRI tapi rekening satunya khan yang di Waihaong. Dan khusus untuk KUR itu yang kami buka di Banda. Kok nomor uang rekening pribadi kami bisa diambil begitu saja tanpa ada pemberitahuan,” herannya.
Dikatakan, hal semacam ini harus bisa menjadi perhatian pihak BRI. Takutnya, dengan praktek seperti demikian, uang milik nasabah bisa secara diam-diam diambil oleh pegawai yang bersangkutan.
“Yang jelas saya masih ada sisa cicilan enam bulan dan pasti akan dibayar. Jangan pakai cara itu, sebab salah. Kita nasabah tau nomor rekening kita aman, padahal pegawai bisa bobol diam-diam,” pungkasnya. (KTY)

























