Kawal Terus Proses Hukum Jaringan Narkotika Antar Provinsi

KABARTIMURNEWS.COM,AMBON, - Barang haram ini mudah masuk ke Lapas atau Rutan, itu bukan soal kiriman dari orang besuk atau lainnya, tapi karena ada keterlibatan orang dalam atau oknum pegawai.

Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Maluku telah menetapkan lima tersangka dalam dugaan kasus jaringan narkotika antar provinsi. Mereka masing-masing FN, EP, MC, IR dan RB. Kelima tersangka ini sementara ditahan di rutan BNN Maluku.

Perkembangan kasusnya seperti apa, Kepala BNNP Maluku, Brigjen Pol M.Z Muttaqien mengatakan, pihaknya sementara mempercepat penuntasan kasus ini termasuk berkoordinasi dengan pihak Kejaksaan Tinggi (Kejati) Maluku. “Prinsipnya lagi diproses. Tolong dikawal ya,” kata Muttaqien dikonfirmasi wartawan, kemarin.

Menurutnya, penyidik di BNNP Maluku hingga kini masih terus melengkapi administrasi penyidikan berkas dari lima tersangka tersebut. “Masih pemberkasan melengkapi administrasi penyidikan,” terang dia

Dijelaskan, dari kelima tersangka, hanya empat yang diberikan surat perintah penahanan dalam tindak pidana narkotika. Sementara RB yang diketahui sebagai orang yang mengendalikan bisnis ini, tidak lagi diterbitkan surat penahanan.

“RB ini khan bandar narkoba. Dia merupakan tahanan  Rutan Kelas IIA Ambon, makanya tidak lagi diterbitkan surat perintah penahanan. Yang diberikan hanya untuk empat tersangka lainnya,” sebutnya

Ditanya soal pelanggaran yang dilakukan, Muttaqien mengaku, sesuai gelar perkara yang disepakati Tim Criminal Justice System (CJS) diantaranya BNNP Maluku, Kejati Maluku,  Pengadilan Tinggi dan Kanwil Kumham, tersangka disanksi melanggar UU berlapis yakni UU Narkotika dan Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU)

“Jadi itu resmi ditetapkan pada Minggu pekan kemarin. Ada dua PNS Kumham, dua kurir dan satu napi. Mereka ini akan ditahan selama 20 hari ke depan di BNNP Maluku untuk proses lebih lanjut,” pungkasnya

PERKETAT PENGAWASAN

Sementara itu, keterlibatan dua Aparatur Sipil Negara (ASN) Kanwil Hukum dan HAM Provinsi Maluku dalam dugaan kasus jaringan narkotika antar provinsi disesalkan ketua komisi I DPRD Maluku, Amir Rumra.

Politisi PKS ini mengatakan, pemberantasan narkotika di Maluku bakal sulit sesuai harapan apabila masih ada aparat hukum yang menjadi atau melindungi barang haram tersebut. “Adanya keterlibatan dua orang ASN Kanwil Hukum dan Ham Maluku ini telah membuka mata kita bahwa orang dalam sendiri lah yang masih belum serius memberantas narkotika,” kata Rumra dihubungi Kabar Timur, kemarin.

Menurutnya, kasus narkoba di Lapas Kelas IIA bukan baru kali ini. Pada tahun-tahun sebelumnya, terjadi juga kasus yang sama. Baik itu soal kedapatan mengkonsumsi narkoba, memasok narkoba dan mengendalikan narkoba.  “Jadi ini kasus berulang. Pernah juga komisi I DPRD Maluku melakukan sidak langsung di lapangan atau di Lapas dan Rutan terkait masalah narkoba ini,” sebutnya

Barang haram ini mudah masuk ke Lapas atau Rutan, itu bukan soal kiriman dari orang besuk atau lainnya, tapi karena ada keterlibatan orang dalam atau oknum pegawai. “Khan kita tahu penjagaan di Lapas dan Rutan ketat. Tapi kalau ada narkoba lolos masuk ke sel, berarti ada keterlibatan orang dalam di sana,” duga dia.

Untuk itu, Aleg Dapil Malra-Tual itu meminta kepala Rutan maupun kepala Lapas benar-benar tegas kepada ASN. Sebab peristiwa seperti ini sudah sering berulang. Baginya, Maluku tidak berhenti dari peredaran narkoba jika ada ASN atau aparat keamanan masih bermain didalamnya.

“Atas keterlibatan dua ASN dilingkungan Kemenkumham Maluku ini, saya minta ini menjadi tanggungjawab Kalapas dan Karutan. Kemudian kalapas dan Karutan juga harus benar-benar selektif. Terus tingkatkan pengawasan,” pintanya.

Komisi I DPRD Maluku, lanjut dia, tetap menginginkan pihak Rutan untuk ketat mengawasi aparat yang ada di dalam. Dan terbukti terlibat sanksinya harus pemecatan. “Jangan kita teriak di luar tapi malah di dalam yang bermain. Mestinya, didalam kan yang harus jadi contoh. Kalau didalam bermain, berantas narkoba hanya wacana, sebab ada oknum ASN melindungi itu,” kuncinya. (KTY)

Komentar

Loading...