Besok, Terdakwa Kasus Penjual Senpi  Diadili

KABARTIMURNEWS.COM,AMBON, - Enam tersangka kasus penjualan senjata api (senpi) dan amunisi ilegal ke Bintuni, Papua, akan “diadili”  perdana di Pengadilan Negeri (PN) Ambon, Rabu 7 April 2021 (besok).

Sidang dengan agenda mendengar dakwaan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Eko Nugroho itu akan dilangsungkan pukul 09:00 WIT. Penetapan sidang tersebut sesuai nomor perkara 132/Pid.Sus/2021/PN Amb.

“Iya sudah ada penetapan jadwal sidang untuk kasus ini. Dan jadwalnya pada Rabu besok,” kata Humas PN Ambon, Lucky Rombot Kalalo dikonfirmasi wartawan, kemarin.

Menurutnya, enam terdakwa dalam kasus penjualan senpi dan amunisi ilegal yang hingga kini berakhir di tangan Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) ini masing-masing berinisial SHP, MRA, SM, HM, AT, dan J.

“Dua diantaranya anggota Polri dan empat lainnya warga sipil. Mereka disidangkan untuk mempertanggungjawabkan perbuatan mereka,” jelasnya

Ditanya soal siapakah hakim yang nantinya memimpin sidang tersebut, Lucky belum mau mengaku. Yang pasti, lanjut dia, hakim tetap ada dan akan diketahui dalam sidang nanti.

Sebelumnya diberitakan, enam tersangka kasus penjualan senjata api dan amunisi ilegal ke Bintuni, Papua telah tuntas ditangan Polresta Pulau Ambon dan Pulau-Pulau Lease. Penanganan selanjutnya kini menjadi kewenangan Kejari Ambon.

Ke enam tersangka ini masing-masing SAP dan MRA (anggota Polri) dan SM, HM, AT, dan RM yang merupakan warga sipil. Lalu, kapan berkas perkara tersangka dilimpahkan oleh Kejari Ambon ke pengadilan untuk diadili? Kepala Kejari Ambon, Dian Fris Nalle mengaku, intinya tidak akan melewati waktu yang sudah ditentukan sesuai isi penandatanganan administrasi.

“Setelah diserahkan tahap dua ke kita Selasa kemarin, kita langsung akan memproses. Prinsipnya kita tidak mau berlama-lama,” kata Dia  Fris Nalle dikonfirmasi wartawan, Rabu (24/3).

Menurutnya, enam tersangka yang terdiri dari dua oknum Polri dan empat warga sipil itu kini telah menjadi tanggungjawab pihak Kejari Ambon. “Mereka sudah di tahan di Rutan Kelas IIA Ambon. Waktu penahanan selama 20 hari. Kita akan bekerja cepat,” tuturnya.

Sekadar tahu, penyidik Sat Reskrim Polresta Pulau Ambon dan Pulau-Pulau Lease pada Selasa (23/3) menyerahkan enam tersangka kasus penjualan senpi dan amunisi ilegal beserta barang bukti ke Kejari Ambon.

Penyerahan tahap dua diterima oleh Kasipidum Kejari Ambon, Aizit Latuconsina. Penyerahan tersangka disertai dengan proses penandatanganan administrasi penahanan lanjutan selama 20 hari Rutan Kelas IIA Ambon. (KTY)

Komentar

Loading...