SMP Citra Kasih Ambon Tolak Calon Siswa Berjilbab

KABARTIMURNEWS.COM,AMBON, - Pemerintah Kota Ambon, tidak tinggal diam. Pihaknya, telah melakukan pertemuan dengan berbagai pihak guna membahas masalah tersebut.

Beredarnya ada kebijakan salah satu sekolah swasta di Kota Ambon, yakni: SMP Citra Kasih, yang terletak di Kompleks Citraland, Lateri, menolak salah satu calon siswa berjilbab, munai banyak reaksi.

Ketua Bidang OKK DPD KNPI Ambon, Hasbi Chaidir menyalahkan Kepala Dinas Kebudayaan (Disdikbud), Kota Ambon, Fahmi Sallatalohi, yang mandul melakukan pengawasan terhadap kebijakan-kebijakan yang bertentangan dengan prinsip tolerenasi yang dimiliki Kota Ambon.

“Ini sebetulnya jadi domain  Kadisdikbud Kota, yang sebelumnya harus mengetahui bahwa ada kebijakan-kebijakan yang tidak populer dari sekolah dipangkas  sebelum muncul ke ruang-ruang publik jadi bola liar,” sebutnya.

Menurutnya, mencegah kebijakan-kebijakan liar yang sengaja diciptakan seperti dilakukan SMP Citra Kasih, Walikota Ambon, harus mengambil tindakan tegas. “Saya anggap, Kepala Disdikbud Kota, tidak mampu kembangkan pendidikan.  Salah satunya  soal isu ini,” sebutnya.

Kebijakan SMP Citra Kasih, telah melanggar asa keagamaan di Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). “Sekarang ini, kita sudah tidak bisa lagi harapkan Kepala Disdikbud, menyelamatkan dunia pendidikan yang kebijakannya terkesan diskriminasi. Walikota harus ambil sikap tegas kepada SMP Citra Kasih,”paparnya.

Terpisah, Ketua DPRD Kota Ambon, Ely Toisutta juga  angkat bicara terkait aturan yang diterapkan SMP Citra Kasih.  Melarang siswa gunakan jilbab di sekolah kontraproduktif dengan asas ketuhanan yang maha Esa.  “Dalam kehidupan bernegara di Indonesia,  tercantum  pada sila pertama Pancasila yang menyebutkan Ketuhanan Yang Maha Esa. Dan itu harus dijunjung tinggi,” kata Toisutta.

Bila benar SMP Citra Kasih punya kebijakan demikian, otomatis tidak bisa dibenarkan, lantaran telah masuk dalam unsur diskriminasi. “Kalau itu Sekolah swasta, mestinya pihak sekolah bisa menjelaskan kriteria kepada orang tua siswa agar tidak bias seperti sekarang. Penjelasan yang diberikan juga harus detail, “ terangnya.

Ely berharap, untuk mencegah hal-hal yang dapat mencoreng nilai toleransi di Kota Ambon, pihak SMP Citra Kasih diminta segera klarifikasi atas informasi yang berkembang. “Kalau memang ada hal seperti itu, yang mengandung unsur diskriminasi, kami meminta Kepala SMP Citra Kasih, segera berikan penjelasan kepada publik, “ harapnya.

Sedangkan, Wakil Walikota Ambon, Syarif Hadler mengatakan, pihaknya akan memanggil Kepala Sekolah (Kepsek) Citra Kasih, guna mendengar seluruh penjelasan atas isu terkait larangan jilbab terhadap salah satu calon siswa.

“Sekarang Kepsek SMP Citra Kasih sedang tidak ditempat alias berada diluar kota. Nanti kalau sudah kembali, baru kita panggil mendengarkan penjelasannya, “ ungkap Syarif, di ruang kerjanya, kemarin.

Terkait persoalan tersebut, lanjut Syarif, Pemerintah Kota Ambon, tidak tinggal diam. Pihaknya, telah melakukan pertemuan dengan berbagai pihak guna membahas masalah tersebut. “Hari ini (kemarin), telah saya undang pihak terkait, saya didampingi oleh Sekertaris Kota, Kepala Kesbangpol, Kepala Disdikbud, dan juga Camat Baguala, serta pihak SMP Citra Kasih, guna membahas persoalan ini, “ ujarnya.

Dari hasil pertemuan serta mendengar penjelasan pihak SMP Citra Kasih, yang diwakili Wakil Kepala Sekolahnya mengatakan, bahwa ada seorang anak bernama Latifa Putri Pratami Bahasoan, ingin berpindah sekolah dari SMP As-Salam ke sekolah Kompleks Citraland.

“Latifa bersekolah pada SMP As-Salam. Tidak tahu sebab apa, ibu dari Latifa kemudian menelepon salah satu guru di Citra Kasih meminta agar anaknya, dipindahkan masuk di SMP Citra kasih, “ katanya.

Kemudian, lanjut Syarif, guru yang bersangkutan memberikan nomor telepon Kepsek SMP Citra kasih dan meminta ibu dari Latifa untuk kontak langsung dengan Kepsek. “Hasil percakapan antara ibu Latifa dengan Kepsek, kita belum tahu, karena Kepala sekolah sampai hari ini tidak berada di tempat alias sedang di luar kota. Makanya, kita tunggu dia kembali baru ditanyakan, “ jelasnya.

Lebih lanjut Syarif mengaku, berdasarkan penjelasan dari pihak SMP Citra Kasih, memang benar sekolah tersebut memberlakukan sistem  seragam sekolah diluar SKB tiga menteri, yakni menteri agama, pendidikan dan Mendagri, tentang pakaian seragam yang telah diatur seperti berjilbab dan sebagainya.

“Mereka menerapkan aturan sekolah dengan tidak menggunakan pakaian lain selain yang telah ditentukan. Dan itu diberlakukan untuk yayasan Citra Kasih secara nasional dari pusat hingga ke daerah, “ terangnya.

Terkait kebijakan SMP Citra Kasih yang melarang penggunaan jilbab tersebut, diakui Syarif, belum menjadi masalah berarti. Pasalnya, Latifa Putri Pratami Bahasoan hingga kini diketahui belum mendaftarkan diri pada sekolah tersebut.

“Tetapi sampai detik ini dia belum mendaftarkan diri. Artinya, kesimpulannya adalah, sesungguhnya ini belum terjadi masalah. Dia akan menjadi masalah jika yang bersangkutan, sudah mendaftarkan diri lalu diterima, kemudian dia dipersoalkan karena memakai jilbab, “jelasnya.

Syarif menambahkan, dari informasi yang diperoleh Latifa diketahui juga pernah bersekolah di SD Citra Kasih, mulai dari kelas lima hingga lulus. “ Dan sampai sekarang ijazahnya masih ada di pihak sekolah. Pihak sekolah sudah menghubungi orang tuanya namun belum diambil, “kata Syarif.

“ Orang tua Latifa ini berdomisili di Desa Poka, Kecamatan Teluk Ambon, dia bersekolah di SMP Citra Kasih, lantaran dititipkan ke teman ibunya yang juga karyawan CitraLand. Namun, belum juga lulus teman ibunya sudah pindah ke Kendari, dan Latifa dititipkan di tetangga dari teman Ibunya itu. Informasi dari pihak sekolah soal rekam jejak Latifa seperti itu, “tutupnya. (KTE)

Komentar

Loading...