Menhub : Luas Lahan Ambon New Port 900 Hektare

KABARTIMURNEWS.COM,AMBON, - Secara keseluruhan, luas lahan yang diperlukan pembangunan Ambon New Port, mendukung Maluku, sebagai Lumbung Ikan Nasional (LIN) adalah 900 hektare.

“Untuk total luas lahan yang akan dibebaskan, yakni 900 hektare. Namun, tahap awal Pemerintah akan membebaskan 200 hektare,” jelas Menteri Perhubungan (Menhub), Budi Karya Sumadi, dalam keterangan pers, yang ditayangkan dalam akun YouTube, Sekretariat Presiden, Senin (29/3).

Dikatakan, pembangunan Ambon New Port, akan dilakukan dengan konsep Kerjasama Pemerintah dengan Badan Usaha (KPBU). “Jadi Pemerintah juga akan mempersiapkan infrastruktur dasar, “ jelasnya.

“Seperti yang saya katakan tadi, Pemerintah akan melakukan pembebasan lahan sebesar 200 hektare. Kemudian tahap selanjutnya, yakni untuk pembebasan lahan 700 hektare diserahkan kepada pihak swasta, “ ujarnya.

Dia mengungkapkan,  Pemerintah juga akan melakukan lelang Kerjasama Pemerintah dengan Badan Usaha, yang investasinya kurang lebih ditaksir senilai Rp 5 triliun.  “Untuk tahap awal sendiri, investasi yang digunakan untuk pembangunan Ambon New Port, diperkirakan sebesar Rp 1,3 triliun,” ungkap Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi.

Guna mensukseskan rencana pembangunan Ambon New Port, sebagai penunjang LIN di Provinsi Maluku, dia mengaku, Presiden Indonesia Joko Widodo, telah memerintahkan pihaknya untuk bekerjasama dengan beberapa kementrian.

“ Presiden telah memerintahkan kami, mempersiapkan segalanya. Kemudian kami bekerjasama Kementerian BUMN, Kementerian Keuangan melalui SMI guna memberikan satu konsultasi kepada Kementerian Perhubungan, “paparnya.

Sesuai rencana, lanjut Budi, pembangunan Ambon New Port di Ibukota Provinsi Maluku itu, akan dikerjakan selama dua tahun. Dalam masa dua tahun pembangunan, pihaknya akan memanfaatkan dua pelabuhan guna  me-restructure cara-cara penghitungan penangkapan ikan.

“Dua pelabuhan di Ambon yakni Pelabuhan Yos Sudarso dan Pelabuhan Perikanan Nusantara akan direstrukturisasi karena fungsinya yang belum optimal, “ jelasnya.

Dia menambahkan, untuk mewujudkan LIN di Provinsi Maluku, tidak bisa hanya dilakukan menggunakan infrastruktur pendukung yang ada, dalam artian pelabuhan. “Pelabuhan yang ada di sana tidak cukup, makanya kita butuh tambahan, “ katanya.

“Kita tahu bahwa Indonesia bagian timur kaya dengan ikan, dan banyak sekali hal yang bisa diefektifkan agar fungsi penangkapan ikan bisa dilakukan secara masif. Olehnya itu, kita melihat bahwa untuk menjadikan satu sentra Lumbung Ikan Nasional, tidak cukup pelabuhan-pelabuhan yang ada di Maluku. Makanya harus tambah, “tutupnya. (KTE)

Komentar

Loading...