KABARTIMURNEWS.COM,AMBON, – Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo mengatakan, negara berterimakasih kepada Masyarakat Maluku atas antusiasme dalam menyambut program vaksinasi Covid-19 milik pemerintah.
“Negara mengapresiasi masyarakat Maluku. Saya selaku kepala negara mengucapkan terimakasih atas antusiasme yang ditunjukkan, “ujar Presiden selepas meninjau pelaksanaan vaksinasi massal di Kediaman Raja Hitu, Desa Hitu, Kabupaten Maluku Tengah, Kamis (25/3) kemarin.
Dikatakan Presiden, partisipasi dan dukungan tersebut akan menentukan keberhasilan program vaksinasi pemerintah, sehingga masyarakat Indonesia nantinya dapat kembali beraktivitas dengan normal dan aman.
“Apresiasi juga saya berikan kepada pihak pelaksana vaksinasi, yang telah mengupayakan jalannya penyuntikan Vaksin Covid-19 dengan lancar. Yang terpenting, tetap menerapkan protokol kesehatan secara ketat, “ papar Presiden.
Mantan Gubernur DKI Jakarta itu menilai, apabila proses vaksinasi tersebut bisa selalu berjalan baik, otomatis target sasaran vaksinasi dan pembentukan kekebalan komunal, di tengah masyarakat Indonesia dapat segera tercapai.
“Hari ini (kemarin) saya melihat proses vaksinasi di sini (Pulau Ambon Provinsi Maluku). Alhamdulillah berjalan lancar. Saya lihat tata kelola manajemennya sudah rapi dan bagus. Kita harapkan ini terus dilakukan sampai nanti sesuai target yang telah kita berikan,” harap Presiden.
Tinjauan pertama vaksinasi dimulai di Pelabuhan Yos Sudarso Kota Ambon, kemudian memantau penyuntikan massal 270 orang di RSUP Dr Leimena sekaligus meresmikan RSUP Laimena di Rumah Tiga, Kecamatan Teluk Ambon, dan terakhir melihat proses penyuntikan vaksin 220 warga di Desa Hitu, Kabupaten Maluku Tengah.
Presiden Jokowi meresmikan operasional Rumah Sakit Umum Pusat (RUSP) dr Johannes Leimena. RSUP pertama di wilayah Indonesia timur ini diharapkan bisa melayani secara optimal masyarakat di wilayah Maluku, Maluku Utara, dan Indonesia bagian timur umumnya.
“Setelah ground breaking di tahun 2017, hari ini kita lihat telah selesai RS dr Johannes Leimena di Ambon. Yang kita harapkan ini akan memberikan layanan kesehatan yang prima untuk masyarakat di Indonesia bagian timur utamanya di Maluku, dan lebih khusus lagi di Kota Ambon,” kata presiden dalam sambutan peresmian RSUP dr J Leimena, Kamis (25/3).
Dikutip dari situs Kementerian Kesehatan, RSUP dr J Leimena merupakan rumah sakit umum pusat ke-34 yang ada di Indonesia sekaligus menjadi rujukan tertinggi di Maluku dan menjadi RSUP pertama di Indonesia timur. Sebagai RSUP, maka rumah sakit ini memiliki fasilitas kesehatan rujukan utama setelah dari faskes primer.
Setelah memiliki RSUP dr J Leimena, maka masyarakat Ambon dapat menikmati layanan tingkat pratama dengan fasilitas yang baik dan SDM mumpuni. Masyarakat Maluku juga tidak perlu lagi berobat jauh ke Sulawesi atau ke pulau Jawa. Begitupun dengan masyarakat di Papua dan NTT.
Hadir dalam acara peresmian sekaligua peninjauan vaksinasi, antara lain Menteri Perhubungan (Menhub) RI Budi Karya Sumadi, Menteri BUMN Erick Thohir dan Gubernur Maluku Murad Ismail.
BANTU ALAT TANGKAP
Selain itu, Presiden juga memberikan bantuan alat tangkap ikan berupa rumpon kepada nelayan serta tambahan modal bagi pedagang di Malteng. “Saya titip rumpon nanti dibeli, saya nanti cek sudah dibeli belum,” kata Presiden Jokowi saat berdialog dengan perwakilan nelayan, penjual ikan dan pedagang pasar di Dermaga Huseka’a Hitu.
Presiden Jokowi juga memberikan tambahan modal kepada para pedagang. “Ini juga ke pedagang ambil, untuk tambah modal dagangan. Jangan dibelikan handphone, awas kalau dibelikan handphone dari sini saya ikuti. Selamat bekerja,” tambah Presiden Jokowi.
Ada sekitar 20 orang nelayan, penjual ikan, dan pedagang pasar, hadir dalam dialog tersebut. “Tadi yang nelayan berapa? 1, 2, 3,..11 nelayan, penjual ikan? Ada 1, jadi 12 dikalikan 8 (Rp8 juta),” tambah Presiden Jokowi.
Pemberian tersebut diawali dengan permintaan seorang nelayan kepada Presiden Jokowi. “Saat pandemi ini tidak ada masalah, sudah mantap, cuma masyarakat di sini kekurangan alat penangkapan, dalam artinya rumpon masih kurang,” kata nelayan tersebut.
“Apa itu?” tanya Presiden Jokowi.“Bagan rumpon,” jawab nelayan.
Rumpon atau rumah ikan adalah jenis alat bantu penangkapan ikan yang biasanya dipasang di bawah laut, baik perairan dangkal maupun dalam. Biasanya rumpon berbentuk karang buatan yang berasal dari daun pohon kelapa, ranting-ranting pohon, bambu, balok-balok beton, ban bekas atau dari bahan lainnya
Tujuan pemasangan rumpon adalah untuk menarik sekumpulan ikan yang ada dan berdiam di sekitar rumpon. Setelah terkumpul, ikan-ikan tersebut biasanya akan ditangkap. “Rumpon dipakai untuk berapa nelayan?” tanya Presiden Jokowi. “Satu rumpon dipakai satu nelayan, kira-kira (biayanya) Rp7-8 juta,” jawab nelayan tersebut.
Sedangkan seorang pedagang bernama Yus Puen mengaku omzetnya berkurang drastis saat COVID-19. “Saya dagang sembako tapi selama COVID-19 omzet berkurang,” kata Yus.
Selain mendengar keluhan nelayan dan pedagang, Presiden Jokowi juga sempat memperkenalkan para menteri yang ikut mendampinginya yaitu Menteri BUMN dan Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi.
“Sudah kenal belum Pak Menteri siapa? Pak Menteri BUMN?”
“Pak Erick Thohir,” jawab warga.
“Kalau Pak Menteri Perhubungan tahu siapa?” tanya Presiden Jokowi.
“Pak Budi Karya,” Menteri BUMN Erick Thohir membantu menjawab.
“Yang di sini pemain bola semua,” celetuk seorang warga.
“Oh iya, kalau pemain bola tahu Pak Erick. Tahu ndak Pak Erick pemilik kesebelasan apa?” tanya Presiden Jokowi.
“Inter Milan,” jawab warga.
“Hahaha, tahu, kalau di Indonesia pemilik apa? Tahu gak? Yang Persis, yang baru dibeli Persis di Solo, semua dibeli,” kata Presiden Jokowi.
Erick Thohir punya hanya tertawa. (AN/KTE)

























