50 Vaksinator Diturunkan Layani Penyuntikan 600 PKL dan Supir 

KABARTIMURNEWS.COM,AMBON -Sebanyak 50 tenaga Vaksinator diturunkan Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Ambon melayani penyuntikan Vaksin Covid-19, 600 Pedagang Kaki Lima (PKL) Pasar Mardika dan Supir Angkutan Kota (Angkot), di Terminal A1 Mardika, Kamis (18/3). 

“Ada 50 petugas Vaksinator yang kami turunkan hari ini (kemarin), untuk melayani penyuntikan bagi 300 PKL dan 300 Supir Angkot di Kota Ambon,” kata Kepala Dinkes Kota Ambon, Wendy Pelupessy, di Terminal A1 Mardika, Kamis, kemarin. 

Menurut Wendy, proses penyuntikan terhadap PKL dan supir Angkot di Kota Ambon itu, akan dilakukan selama dua hari. “Pelaksanaanya mulai hari ini (kemarin), dan besok (hari ini), “ singkatnya. 

Penyuntikan Vaksin Covid-19, kata Wendy, tidak akan dilakukan satu kali terhadap  keseluruhan PKL dan Supir Angkot di Kota Ambon. Sebab, harus disesuaikan ketersediaan vaksin. “Jumlah PKL dan Supir Angkot ini kan banyak. Nanti kalau siapa yang tidak disuntik dalam dua hari ini, maka mereka harus menunggu proses selanjutnya, “ jelas Wendy. 

Antusias PKL dan Supir Angkot, sambung Wendy, mengikuti vaksinasi, diakui bagus. “Animo mereka sangat baik. Pokoknya dalam dua hari ini, kita akan layani dari pukul 09.00 WIT pagi 16.00 WIT sore, “ ujarnya. 

Ditambahkan Wendy, PKL dan Supir Angkot tetap mendapatkan jatah dua dosis Vaksin Covid-19. “Jadi mereka akan kembali melakukan penyuntikan dosis ke dua setelah 14 hari atau tanggal 1 April 2021 mendatang, “ katanya. 

Ditempat yang sama, Plt Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Ambon, Robby Sapulette mengaku, Supir Angkot yang mengikuti vaksinasi, adalah mereka yang memiliki shift B. “Hari ini (kemarin) kan Angkot yang beroperasi itu adalah Shift B, jadi mereka yang divaksin duluan. Nanti besok (hari ini) baru giliran shift A mengikuti proses penyuntikan, “ jelas Sapulette. 

Pada intinya, tambah Robby, Dishub Kota Ambon menargetkan semua Supir Angkot harus divaksin. “Untuk itu, kami terus melakukan koordinasi sebaik mungkin dengan Dinkes Kota Ambon,” tutup Sapulette. (KTE)

Komentar

Loading...