Tim Tabur Kejaksaan Agung Buru Dua Buronan Koruptor di Maluku

KABARTIMURNEWS.COM. AMBON-Kejaksaan Agung RI bersama Kejaksaan Tinggi Maluku menurunkan Tim Tangkap Buronan (Tabur), untuk memburu dua buronan terpidana korupsi yang berstatus buronan jaksa.

Kejati Maluku sebelumnya tercatat sebanyak tujuh buronan jaksa di kasus korupsi. Namun, dari tujuh buronan, lima diantara telah ditangkap dan ada pula yang menyerahkan diri. “Jadi saat ini tersisa dua buronan  yang masih diburu Tim Tabur,” ungkap Kejati Maluku, Roroga Zega, kepada wartawan,  kemarin.

Kedua terpidana koruptor yang menjadi buronan  Tim Tabur ini, adalah: Syarief Tuharea dan Ir. M. Latuconsina. Pada tahun 2020, kata Roroga Zega, ada tujuh buronan Kejati Maluku yang masih dicari. Seorang yang masuk daftar pencarian orang (DPO) bernama Jusuf Rumatoras telah menyerahkan diri.

Pada periode Januari sampai Maret 2021, sudah ditangkap lagi dua orang DPO jaksa. Dengan demikian, tersisa dua buron yang masih bersembunyi hingga saat ini. Ia mengimbau seluruh DPO yang masih tersisa segera menyerahkan diri karena tidak ada tempat yang aman untuk bersembunyi bagi para buronan.

"Kami selalu melakukan pengejaran dan diyakini akan tertangkap di manapun mereka bersembunyi," katanya lagi. Seorang DPO yang baru tertangkap di Makassar, Sulsel, bernama Ong Onggianto Andres, yang bersangkutan telah dieksekusi ke LP Nania Ambon, Rabu (10/3).

Ia menjelaskan bahwa penangkapan terhadap Ong Onggianto Andres berdasarkan putusan Mahkamah Agung RI Nomor 1713 K/Pid.Sus/2013 tertanggal 15 Januari 2014. Menurut Kajati, MA memutuskan terpidana dihukum penjara selama 5 tahun dan denda Rp300 juta subsider 6 bulan kurungan serta membayar uang pengganti sebesar Rp516 juta subsider 1 bulan kurungan. (AN/KT)

Komentar

Loading...