Mereka Kembali Apresiasi Hanubun Pemimpin “Berhati”

DOK/KABARTIMURNM. Thaher Hanubun

KABARTIMURNEWS.COM,AMBON-Rakyat Maluku Tenggara (Malra), dipelbagai pelosok daerah, merasakan sentuhan pembangunan negara, ketika kabupaten berjuluk “Larvul Ngabal” dipimpin M. Thaher Hanubun.

Bagaimana tidak, pembangunan jalan-jalan masuk ke Ohoi, dan listrik pun sudah bisa dinikmati warga disana yang puluhan tahun tidak pernah merasakan itu. Bagi mereka Hanubun dianggap sebagai pemimpin “berhati” yang peduli dengan rakyatnya. 

Apresiasi kinerja Hanubun membangun Malra yang tergolong baru, dua tahun telah memberikan dampak signifikan dari perubahan disana.  “Sejak menjadi Kabupaten, baru Bupati Thaher Hanubun yang mengagas proyek jalan masuk ke Ohoi-ohoi (desa),” ungkap Marius Ditubun, mahasiswa asal Ohoi Semawi, kepada wartawan di Ambon, kemarin. 

Menurut Ohoi Semawi tidak pernah ada jalan hotmix, sejak kabupaten Malra ini ada. “Jalan hotmix baru dirasakan dan dinikmati warga saat Malra dipimpin Pak Hanubun. Biliau pemimpin “berhati” yang peduli rakyatnya,” tutur Marius. 

Sebagai anak Ohoi Semawi, dirinya memberikan apresiasi atas kinerja Bupati Hanubun, dimana warganya Ohoi Semawi, Varfut dan Jatvav telah bisa menikmati sentuhan pembangunan ruas jalan di daerah seklais membuka akses trasnportasi dan menunjung perekonomian warga disana.

Yang menarik,  menurut dia, Bupati Hanubun kerap turun ke Ohoi-Ohoi sampai kepelosok termasuk di Pulau Kei Besar. Biliau melihat dari dekat kondisi warganya langsung  dan juga memantau proyek-proyek pemerintah yang sementara digarap.

‘’Beliau luar biasa. Mungkin beliau satu-satunya bupati di Maluku yang lebih banyak turun ke masyarakat. Bayangkan saja, sampai beliau tahu betul, nama-nama masyarakat dan letak tempat tinggalnya masing-masing, karena seringnya turun ke ohoi-ohoi. Beliau tidak segan-segan menegur kontraktor jika ada pekerjaan proyek pemerintah yang tidak beres,’’ beber Ditubun.

Sementara  Sita Lefubun, aktifis Persatuan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PMKRI) Cabang Ambon yang juga putri Ohoinol di Pulau Kei Kecil membenarkan, baru di kepemimpinan Thaher Hanubun, jalan bisa masuk sampai ke ohoinya.

‘’Selama beberapa dekade, kami baru merasakan kemerdekaan terutama soal akses jalan. Padahal ohoi kami berada di pusat Pulau Kei Kecil. Di depan mata pemerintah saja, namun sebelumnya terabaikan,’’ pungkas Lefubun.

Ia menambahkan, hal ini bukti Bupati M Thaher Hanubun benar-benar punya hati dalam membangun Malra. ‘’Selama pemerintahan sepuluh tahun Pak Andre, jalan Ohoi Jafavun-Ohoinol hanya 1 kali dilapen. Itupun  dikerjakan adik beliau. Namun belum sampai setahun jalannya sudah rusak sehingga banyak kecelakaan. Saat ini, jalan sudah dikerjakan baik dan hotmix,’’ pungkasnya.

Kepedulian Hanubun dalam membangun infrastruktur di Malra tidak hanya sampai di situ. Selain mengupayakan listrik masuk ke Kei Besar dan kini dinikmati masyarakat, Hanubun  juga berjuang membangun akses jalan di Kei Besar yang selama ini terisolasi.

Mantan Anggota DPRD Maluku ini akhirnya berhasil memasukan pembangunan Trans Kei Besar dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional RPJMN 2020-2024 yang sudah resmi ditandatangani Presiden dalam Perpres 18 Tahun 2020.

Langkah perjuanngan Habubun berdasarkan data yang dihimpun dimulai dari pertemuan Gubernur Maluku dan bupati/walikota se-Maluku bersama Presiden Joko Widodo dan Menteri PUPR, Menteri Perhubungan dan Kepala BNPB 28 Oktober 2019.

Mereka membahas pembangunan infrastruktur wilayah di seluruh Provinsi Maluku, dan disepakati pembangunan jalan lingkar Kei Besar sepanjang 170 km. Hanubun mendorongnya dari sisi regulasi, salah satunya dengan melakukan pertemuan  bersama Kementrian PPN/Bappenas menyusun pola pengembangan Kei Besar sebagai kawasan perbatasan dan Pulau-Pulau Kecil Terluar termasuk simpul konekitifitas yang terhubung jalan lingkar guna diakomodir dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasinonal tahun 2020-2024.

Tindak lanjut tatap muka  bersama Presiden di Ambon, Bupati Malra kemudian melaksanakan audens  bersama Dirjen Bina Marga sesuai disposisi Menteri PUPR, 4 Desember 2016 dan disepakati dua alternatif penanganan jalan di Marla.

Pertama: Ruas jalan Elat-Sp.Ngurdu-Fako-Hollat-Ohoiraut, sepanjang 71,02 km. Ruas jalan Sp.Ngurdu-Bombay-Ad-Ohoiraut sepanjang 59,70 km dan mengoptimalkan penggunaan dana sisa tender untuk menangani jalan Elat-Sp.Ngurdu-Fako-Hollat-Ohoiraut tahun 2020.

Kedua: Direktorat Jenderal Bina Marga siap mendukung usulan Bupati Malra, termasuk upaya mendorong kebijakan alternatif berskala nasional.

Kesepakatan audensi bersama Dirjen Bina Marga itu kemudian dituangkan dalam permohonan dari Dirjen Bina Marha kepada Menteri PUPR untuk pemanfaatan dana sisa tender tahun 2020 guna membiayai pembangunan dan atau peningkatan jalan, salah satunya ruas jalan Elat-Sp,Gngurdu-Fako-Hollat-Ohoiraut di Kabupaten Malra.

Permohonan itu kemudian disetujui Menteri PUPR termasuk penanganan jalan di Malra dalam tahun 2020. 17 Januari Presiden lalu menandatangani Perpres No 18 Tahun 2020 tentang RPJMN tahun 2020-2024 dimana Malra akhirnya turut diakomodir dalam kebijakan pembangunan tahun 2020-2024.

Piont-point yang diakomodir dalam RPJMN antara lain, Malra masuk dalam koridor pemerataan nasional, jalan kecamatan di Pulau Kei Besar menjadi major project RPJMN dan empat kecamatan di Pulau Kei Besar menjadi lokasi prioritas perbatasan negara. (KT)

Komentar

Loading...