Warga Banda Resah Puskesmas Waer Rp 9 Miliar Amburadul

KABARTIMURNEWS.COM,AMBON-Satu lagi kasus dugaan korupsi terkuak di Kecamatan Banda. Puskesmas Desa Waer dianggarkan Rp 9 miliar hasil pekerjaannya asal-asalan, padahal masa kontrak sudah berakhir antara Juli-Desember 2020 lalu

“Kalau pekerjaan macam begitu saja, anak-anak di sini kerja bisa lebih bagus lagi,” ujar Raja Waer Jainal Ali kepada Kabar Timur, Senin (1/3) melalui telepon selulernya. 

Jainal Ali menjelaskan, pihaknya kerap dituding masyarakatnya sendiri, bahwa selaku kepala negeri tidak becus mengontrol proyek pembangunan Puskesmas tersebut. Tapi, hal itu sudah dilakukan pihaknya, bahkan telah mempertanyakan langsung ke pihak yang bertanggung jawab atas proyek Puskesmas tersebut di Dinas Kesehatan Kabupaten Maluku Tengah (Mateng). “Tapi Dinas Kesehatan bilang belum selesai 100 persen karena masih finishing. Penghalusan,” kata Jainal.

Namun menurutnya, masalah yang terjadi dalam pembangunan Puskesmas Waer, bukan hanya belum diselesaikan pihak kontraktor, tapi soal kualitas pekerjaan. 

Diakui, tenaga kerja yang didatangkan sebanyak 30 orang dari Desa Morella masih Kabupaten Malteng menangani pekerjaan, belum lama ini pulang kampung, sehingga pekerjaan terhambat. Tapi masalahnya bukan itu saja, kata Jainal. Ada bagian-bagian bangunan dikerjakan tidak sesuai standar atau spek. 

“Kurang memuaskan lah, misalnya ada tembok yang baru plesteran, tapi langsung dicat. Terus ada tiang-tiang yang bengkok dan lain-lain,” bebernya. Yang tak kalah miris, sebanyak tujuh warga pemilik lahan tidak dikompensasi dengan biaya pembebasan lahan. Hanya ganti rugi biaya tanaman yang relatif murah.

Ada yang dibayar Rp 1 juta, Rp 2 juta dan yang tertinggi Rp 3 juta. Sementara pembayarannya terkesan mereka diintimidasi pihak kontraktor.  “Kontraktor datang bayar tanam-tanaman itu pake bawa-bawa pihak kepolisian. Itu yang bikin kami rasa anehnya di situ,” akunya. (KTA)

Komentar

Loading...