Kalah di SBT, Murad Sebut Kehabisan “Peluru”

KABARTIMURNEWS.COM, AMBON - Mengakui kekalahan PDIP di Pilkada Kabupaten Seram Bagian Timur, selain kurang kerja keras belakangan terdengar mereka kehabisan “peluru.”

Kemenangan Abdul Mukti Keliobas-Ismail Rumalutur dengan tageline “ADIL” di Pilkada Seram Bagian Timur (SBT), 9 Desember 2020, lalu, diakui Ketua DPD PDI Perjuangan Maluku, Murad Ismail yang juga Gubernur Maluku itu.

Kepada wartawan di Kantor Gubernur Maluku, Senin (14/12) kemarin, Murad mengaku, kekalahan yang dialami pasangan Fahri Alkatiri dan Arobi Kelian  “FAHAM”  menandakan Petahana (Mukti Keliobas), masih kuat.  “Kalau Pilkada di SBT itu PDI Perjuangan tidak menang. Ya, memang Petahana lebih bagus saja, giginya lebih tajam, “ ungkap Murad Ismail. 

“Pesta”  Pilkada langsung yang dihelat serentak, pada 9 Desember 2020, lalu di seluruh Indonesia termasuk empat  Kabupaten di Maluku, masing-masing; Kabupaten SBT, Kabupaten Aru, Kabupaten MBD dan Kabupaten Buru Selatan.

Dari empat kabupaten di Maluku ini, PDIP berhasil memenangkan tiga kabupaten, minus Kabupaten SBT. Di Kabupaten SBT,  terdapat tiga Paslon yang ikut masing-masing:  Pasangan nomor urut satu Mukti Keliobas-Idris Rumalutur (ADIL), Fahri Alkatiri- Arobi Kelian (FAHAM), dan Paslon, Rohani Vanath-Ramli Mahu dari jalur independen. 

Pasangan calon bupati dan wakil bupati dengan sebutan ADIL itu mengalahkan Fachri Huseni Alkatiry-Arobi Kelian (FAHAM) dan Rohani Vanath–Muhammad Ramli Mahu (NINA RAMAH). 

ADIL didukung partai Golkar, PAN, PKPI dan Nasdem dengan total 10 kursi di DPRD SBT. Sementara FAHAM didukung koalisi gemuk, yakni PDIP, PKS, Gerindera, Hanura, PPP, PKB dan Demokrat dengan total 15 kursi. Dan NINA RAMAH maju dari jalur perseorangan.

Rekapitulasi hasil perhitungan suara oleh tim pemenangan, ADIL meraih 47 persen suara dari 15 kecamatan di SBT. Disusul FAHAM 32 persen dan NINA RAMAH 24 persen suara.

Menurut Murad,  kekalahan kandidat yang diusung koalisi Parpol diantaranya PDI Perjuangan, telah membuktikan pasangan “FAHAM”, kurang kerja keras dan kurang usaha.  

“Mereka kurang usaha. Bahkan, dari belakang saya  dapat kabar mereka kehabisan “peluru.” Mau bertarung kok, harus pakai “peluru.” Saya dulu waktu Pilgub, partai saya bayar bos. Bukan minta uang dari partai, “ jelasnya. 

Bos PDIP Maluku yang juga Gubernur “jenderal” Maluku ini menyebutkan,  jika miliki niat  maju dan bertarung di Pilkada, tidak usah  bicara ketersediaan “peluru”  yang penting bisa  tepati janji-janji politik. 

Selain itu, Murad mengakui,  kekalahan di SBT, kemarin, merupakan ketiga kali bagi dirinya dalam dalam perhelatan politik, selama dua tahun terakhir yakni 2018 hingga 2020. “Di Pilgub 2018 saya hanya dapat suara 6 persen disana, Pemilihan Presiden (Pilpres) PDI-Perjuangan kalah, sekarang Pemilihan Bupati (2020) juga kalah.  Tapi, bagi saya kalah menang itu biasa, “ jelasnya. 

Kendati tiga kalih kalah dalam proses politik, Murad menegaskan, dirinya tetap melaksanakan tugas-tugas selaku kepala daerah, tanpa melihat dari sudut pandang politik.  “Walaupun kalah, saya sudah kunjungan ke SBT sebagai Gubernur Maluku dua kali. Saya beri bantuan disana, dan di beberapa kabupaten lainnya, dengan tujuan Maluku bisa keluar dari persoalan berkaitan dengan keterbatasan infrastruktur, “ tutupnya.

Pengakuan atas kemenangan ADIL disiarkan NINA RAMAH melalui akun facebook. Calon bupati SBT Rohani Vanath meminta semua tim dan pendukung untuk tetap menjaga ketertiban dan keamanan pasca Pilkada SBT. Eks anggota DPR RI ini mengajak masyarakat tetap bersatu dengan tetap menjalin silaturahim. 

PILKADA AMAN

Sementara itu, Kapolda Maluku, Irjen Pol Refdi Andri mengaku, gelaran Pilkada serentak di empat Kabupaten di Maluku, yakni: MBD, SBT, Aru dan Buru Selatan, 9 Desember 2020 lalu, berjalan aman berkat kerjasama semua pihak. 

“Ini berkat dukungan dan kerjasama semua pihak, baik pemerintah, aparat keamanan (TNI-Polri) penyelenggara dan pengawas Pemilu, pasangan calon hingga masyarakat, “ ungkap Kapolda, usai kunjungan di Kantor Gubernur Maluku, Senin (14/12) kemarin. 

Menurut Kapolda Maluku, dari hasil kunjungan dirinya di empat kabupaten yang melakukan Pilkada serentak, semua sistem pengamanan bahkan penerapan Protokol Kesehatan (Prokes) Covid-19, berjalan optimal. 

“Semua mitra di lapangan melakukan tugasnya dengan baik dalam menjaga situasi dalam Pilkada. Ini bisa dilihat dari jalannya pleno yang ada di setiap PPK. Semua lancar dan aman,” papar Kapolda. 

Kapolda Maluku berharap, agar situasi kondusif dalam Pilkada serentak lalu, bisa menjadi contoh ke depan. Sehingga, perayaan Natal 25 Desember 2020 dan tahun baru 2021 bisa berjalan aman. 

“Agenda kita dan semua dinamika masyarakat ini, bisa kita lakukan pengamanan dengan baik, sehingga situasi kondusif jelang Natal dan tahun baru, dapat memberikan warna bagi Maluku dan kita mampu berkontribusi untuk negara, “ harapnya. 

Diwaktu yang sama, Gubernur Maluku Murad Ismail mengatakan, ada dua hal yang menonjol dalam Pilkada serentak 9 Desember lalu, diantaranya keamanan kondusif kemudian partisipasi masyarakat meningkat. 

“Partisipasi masyarakat untuk menyalurkan hak suara mereka meningkat lebih dari 80 persen. Hal ini juga sudah kita laporkan kepada Kemendagri, dan Kemenkopolhukam, bahwa Pilkada Maluku aman, “ tutupnya. (KTE)

Komentar

Loading...