KABARTIMURNEWS.COM,AMBON, – Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Maluku mencatat luas panen padi di Maluku pada 2020 diperkirakan seluas 29,64 ribu hektare, jadi mengalami kenaikan sebanyak 3,67 ribu hektare atau 14,12 persen dibanding 2019 yang hanya 25,98 ribu hektar.
“Produksi padi pada 2020 diperkirakan sebanyak 119,83 ribu ton GKG, mengalami kenaikan sebanyak 21,57 ribu ton atau 21,96 persen dibanding 2019 yang hanya 98,25 ribu ton GKG,” kata Kepala BPS Provinsi Maluku, Asep Riyadi di Ambon, Kamis.
Menurut dia, jika potensi produksi padi pada 2020 dikonversikan menjadi beras untuk konsumsi pangan penduduk, maka diperkirakan sebesar 66,76 ribu ton, mengalami kenaikan sebanyak 12,02 ribu ton atau 21,96 persen dibanding 2019 yang sebesar 54,74 ribu ton.
BPS Provinsi Malukju sejak 2018 telah melakukan kerja sama dengan badan pengkajian dan penerapan teknologi (BPPT), Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional Kementerian ATR/BPN, Badan Informasi dan Geospasial (BIG), serta Lembaga Penerbagan dan Antariksa Nasional (LAPAN) untuk melakukan penyempurnaan penghitungan luas panen dengan menggunakan metode Kerangka Sampel Area (KSA).
KSA memanfaatkan teknologi citra satelit yang berasal dari LAPAN dan digunakan BIG untuk mendelineasi peta lahan baku sawah yang divalidasi dan ditetapkan oleh Kementerian ATR/BPN untuk mengestimasi luas panen padi.
Dia mengatakan, produksi padi di Provinsi Maluku selama Januari hingga September 2020 diperkirakan sekitar 84,84 ribu ton GKG, atau mengalami penurunan sekitar 2,67 ribu ton (3,05 persen), dibanding 2019 yang sebesar 87,51 ribu tn GKG.
Sementara itu, potensi produksi sepanjang Oktober hingga Desember 2020 sebesar 34,99 ribu ton GKG. dengan demikian total potensi produksi padi pada 2020 diperkirakan mencapai 119,83 ribu ton GKG, atau mengalami kenaikan sebanyak 21,57 ribu ton (21,96 persen) dibanding 2019 yang sebesar 98,25 ton ribu ton GKG.
“Produksi padi tertinggi pada 2020 diperkirakan terjadi pada Desember yaitu sebesar 19,13 ribu ton, sementara produksi terendah di Februari yaitu sebesar 3,74 ribu ton,” ujarnya. Berbeda dengan produksi pada 2020, produksi tertinggi di 2019 di Agustus .
“Tiga kabupaten/kota dengan total potensi produksi GKG pada 2020 adalah Kabupaten Maluku Tengah, Kabupaten Buru, dan Kabupaten Seram Bagian Timur, sedangkan potensi produksi padi terendah adalah Kabupaten Kepulauan Tanimbar, Kabupaten Maluku Tenggara, dan Kabupaten Maluku Barat Daya,” kata Asep.
(AN/KT)


























