KABARTIMURNEWS.COM, AMBON-Bendungan Waimatakabo di kabupaten Seram Bagian Timur dilaporkan rusak berat, setelah Komisi III DPRD Maluku meninjau infrastruktur irigasi itu.
Parlemen akan memanggil Balai Wilayah Sungai (BWS) Maluku membicarakan kerusakan bendungan tersebut.
Ketua Komisi III DPRD Maluku Anos Yeremias, mengatakan pihaknya baru melakukan kunjungan kerja memverifikasi surat masuk masyarakat SBT atas rusaknya bendungan Waimatakabo.
“Kita memutuskan memverifikasi surat masuk dari masyarakat. Temuan di lapangan saluran irigasi Waimatakabo mengalami banyak kerusakan, dan boleh dikatakan cukup parah,” kata Yeremias di gedung DPRD Maluku, kawasan Karpan, kota Ambon, Senin (10/8).
Selain itu, kata politisi Partai Golkar itu, jalan inspeksi menuju bendungan tidak stabil karena sebagian amblas. Bahkan untuk menjangkau bendungan Waimatakabo, harus berjalan kaki sekitar 6 kilometer.
“Kalau dihitung pulang pergi 12 kilometer yang harus kita tempuh,” papar Yeremias.
Selain itu, di sepanjang saluran primer, sumber air dari sisi samping yang tidak diperhitungkan, sehingga menyebabkan saluran irigasi primer rusak.
Pembangunan endungan Waimatakabo juga terjadi sendimen yang cukup tinggi menyebabkab penampungan air di bendungan tidak maksimal.
Olehnya itu, Komisi III akan memanggil BWS untuk menyampaikan temuan di lapangan, sehingga menjadi perhatian BWS. “Dengan demikian diharapkan dilakukan rehabilitasi untuk tahun anggaran depan. Karena memang irigasi itu sangat penting bagi masyarakat yang berdiam di sekitar wilayah tersebut,” ujarnya. (KTM)

























