Bareskrim Usut Skandal Izin BPS di Gunung Botak

Malut

Hujan Deras Warga di Pultab Terancam Banjir

badge-check


ANTARA Perbesar

ANTARA

KABARTIMURNEWS.COM, TERNATE – Hujan deras yang melanda Kabupaten Pulau Taliabu (Pultab) Provinsi Maluku Utara dalam sepekan ini mengakibatkan air meluap di sungai perbatasan Desa Pencado – Desa Maluli Kecamatan Taliabu Selatan, sehingga membuat warga di daerah itu terancam banjir.

“Meluapnya sungai mati tersebut mengakibatkan jembatan penghubung kedua desa tersebut ambruk, akses masyarakat sekitar pun kesulitan, sebab jembatan tersebut merupakan jalan akses yang dilalui masyarakat petani, siswa SD, siswa SMP dan siswa SMA,” kata Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pulau Taliabu Sutomo Teapon di Ternate, Senin.

Dia mengatakan pada tahun ini Pemkab Taliabu melalui BNPB mendapat kucuran anggaran rehab rekon sekitar Rp11 miliar lebih pada tahun 2020 dan dari Rp11 miliar lebih itu sudah termasuk pembangunan tanggul penahan banjir Desa Pencado Kecamatan Taliabu Selatan.

Bahkan dirinya mengkhawatirkan hingga banjir kembali meluap, pembangunan tanggul penahan banjir di Desa Pencado belum juga dikerjakan.

Menurut Sutomo Teapon, anggaran pembangunan tanggul penahan banjir Desa Pencado sementara ini masih dalam proses di keuangan.

Dia mengakui, warga setempat meminta Pemerintah Daerah segera bertindak dan tidak melakukan pembiaran terhadap ambruknya jembatan penghubung di Pencado.

“Pemda harus segera mengambil langkah jangan biarkan masyarakat kerja gotong royong memperbaiki jembatan yang ambruk tanpa ada dari pihak BPBD yang turut membantu masyarakat,” katanya.

Sehingga, terhitung sejak belum dimekarkan Pulau Taliabu hingga usia Kabupaten Pulau Taliabu mencakup tujuh tahun saat ini belum ada langkah kongkrit Pemda Taliabu untuk membuat jalur air dan tanggul penahan banjir di Desa Pencado, padahal pada tahun sebelumnya telah tercatat 20 rumah telah menjadi korban tergerus banjir bandang yang sumbernya dari telaga di Desa Pencado itu.

“Apalagi, dari tahun ke tahun sama sekali tidak mendapat perhatian dari Pemerintah Daerah Kabupaten Pulau Taliabu dan kalau yang untuk peninjauan selalu terjadi tapi sampai hari ini kami dapat hanya jembatan darurat dari BPBD Kabupaten Pulau Taliabu, sebab banjir tadi malam sudah ambruk satu jambatan di Desa Pencado dan yang duanya sudah miring dan terancam ambruk lagi.

Dia berharap program pemerintah pusat melalui BNPB yang telah kucurkan anggaran penanggulangan bencana di Desa Pencado segera dilaksanakan.(AN/KT)

Tinggalkan Balasan

Baca Juga

15 Hari di Luar Daerah per Bulan: Pemerintahan KKT Dinilai “Jalan Setengah Mesin”, DPRD Didesak Ambil Sikap

25 Juli 2026 - 20:17 WIT

Pelni Ambon & Tim Gabungan Perketat Pengawasan Kapal dari Penyelundupan Satwa Dilindungi dan Barang Terlarang

22 Juli 2026 - 21:30 WIT

BKKBN Maluku & Muslimat NU Bergandengan, Ubah Edukasi Stunting Jadi Aksi Nyata Lewat “Ibu Asuh”

21 Juli 2026 - 20:33 WIT

Ini Strategi Pemprov Maluku di Blok Masela Biar Putra Daerah Tak Cuma Jadi Penonton

21 Juli 2026 - 20:21 WIT

Menanti Blok Masela: Pelni Ambon Siap “Tancap Gas” Jika Arus Logistik Mulai Membanjir

17 Juli 2026 - 00:14 WIT

Trending di Maluku