KABARTIMURNEWS.COM, AMBON-Setelah gagal mengantongi rekomendasi Partai Demokrat, bakal calon bupati Maluku Barat Daya (MBD), Niko Kilikily, mulai lirik Partai Golkar. Kilikily, yang diusung Partai Gerindra, mengaku, sementara dekati elit DPP Partai Golkar dan elit DPD Golkar Maluku, agar mengusunya.
“Hasilnya, ada keinginan Partai Gerinda dan Partai Golkar, berkoalisi di pilkada MBD,”kata Kilikily, ketika dihubungi Kabar Timur, Jumat (17/7).
Sebelumnya, Kamis (16/7), DPP Demokrat, resmi usung Benyamin Noach-Ari Kilikily. Keputusan Partai Demokrat, merubah peta politik di pilkada MBD. Pasalnya, Niko Kilikily, dengan pasanganya baru mengantongi rekomendasi Partai Gerindra, yang memiliki 3 kursi di DPRD MBD). Begitu juga Odie Orno, dengan pasanganya baru mengantongi rekomendasi Partai Golkar yang memiliki 3 kursi di DPRD MBD. Karenanya, Kilikily, mulai “merayu” Partai Golkar, untuk mengusungnya.”Ada garansi dari DPP Partai Golkar dan DPD Partai Golkar Maluku, agar saya dapat rekomendasi,”tandasnya.
Jika Partai Golkar, sepakat mengusung dirinya, apakah tetap berpasangan dengan Onisimus Septory, sesuai rekomendasi Partai Gerindra, Kilikily mengaku. “Masih dalam tahapan untuk menetapkan calon wakil. Bisa dengan Septory. Tapi, kalau Partai Golkar, ingin kadernya dampingi saya, saya tidak tolak. Pasti saya terima,”jelasnya.
Lantas, kapan Partai Golkar, mengeluarkan rekomendasi, dia mengatakan, komunikasi terus terbangun.”Intinya, Partai Gerindra dan Partai Golkar, tidak mau jadi penonton dan kehilangan muka di MBD. Saya optimis dua parpol papan atas ini koalisi di pilkada MBD. Partai Gerindra dan Partai Golkar, tidak mau ada yang lawan kotak kosong di MBD, ‘’tegasnya.
Tak hanya itu, ketika disinggung kemungkinan Partai Gerindra dan Partai Golkar, gabung dengan koalisi yang dipimpin PDIP dengan Partai NasDem, Partai Hanura, Partai Demokrat, dan PKPI yang mengusung Noach-Kilikily, dia menegaskan.” Tidak mungkin. Beta naifnya Partai Gerindra dan Partai Golkar, jadi penontotn. Ini ini partai besar pemenang pemilu kedua dan ketiga. Mereka punya harga diri,”ingatnya.
Dia mencontohkan, pilkada DKI Jakarta, beberapa tahun lalu. Saat itu, Partai Gerindra dan PKS, berhasil menumbangkan koalisi besar yang digagas PDIP.”Yang menang itu koalisi kurus. Koalisi gemuk yang kalah. Saya yakin dengan koalisi kurus di MBD menang,”tuturnya.
TUNGGU KILIKILY
Sementara itu, Partai Gerindra, masih menunggu langkah Kilikily, untuk mendapat parpol lain. Jika Kilikily, tidak mendapat parpol lain, maka partai besutan Prabowo Subianto itu, akan bersikap. “Kita tunggu Pak Kilikiky. Kalau tidak dapat parpol lain, ada putusan dari DPP Gerindra,’’kata Korda MBD, DPD Gerindra Maluku, Jhon Laipeny, kepada Kabar Timur, Jumat (17/7).
Dia mengaku, saat ini hanya rekomendasi Partai Golkar, yang harus di rebut Kilikily. Dikatakan, sesuai rekomendasi Partai Gerindra, balon bupati yang diusung harus mendapat rekomendasi parpol untuk memenuhi 20 persen syarat pencalonam dari parpol.”Nah, kalau Pak Niko tidak dapat parpol lain, DPP Gerindra memutuskan yang lain,”sebutnya.
Untuk itu, dia mengigatkan, pihaknya memberikan waktu kepada Kilikily, bangun komunikasi dengan Partai Golkar. “Jika injury time, Kilikily, tidak dapat partai, sudah pasti Partai Gerindra, usung Noach-Kilikily. Apalagi, usulan DPP Partai Gerindra, nama mereka (Noach-Kilikily), ikut diusulkan,”pungkasnya. (KTM)


























