KABARTIMURNEWS COM, AMBON-Sejumlah anggota DPRD Maluku, “menyemprot” Kepala Dinas Sosial (Kadinsos) Maluku, Sartono Pining, karena data warga miskin amburadul dan tidak valid. Akibatnya, warga yang berhak menerima bantuan sosial (bansos) protes lantaran nama mereka tidak terdata sebagai penerima bantuan.
“Data penerima bansos yang disampaikan Pak Kadis masih gelondongan, amburadul, dan datanya masih mentah. Mesti disampaikan by name by adress (kesesuaian data nama dan alamat),”kata salah satu anggota tim pengawas Covid-19 DPRD Maluku, Edison Sarimanela, ketika rapat dengan Kadis Sosial dan sejumlah instansi teknis terkait jaring pengaman sosial, Kamis kemarin.
Menurut politisi Hanura itu, banyak masalah yang ditemui dilapangan. Kata dia, banyak warga yang mengeluh, karena mereka berhak menerima, tapi namanya tidak terdata.”Banyak warga yang mengeluh, karena mereka berhak dapat bantuan, tapi tidak terdata. Data dari Dinsos tidak valid. Data yang disampaikan Pak Kadis, sangat berbeda di lapangan,”tandasnya.
Salah satu anggota tim pengawas Covid-19 DPRD Maluku, Usama Namakule mengatakan, data warga miskin yang disampaikan Pining, belum diverifikasi dengan baik, karena warga yang sudah meninggal, namun namanya masih terdata sebagai penerima.”Masih ada warga yang sudah meninggal tapi, nama mereka masih tertera sebagai pemerima bansos, “beber Namakule.
Bahkan, ada keluarga penerima bantuan sosial dari pemerintah pusat, mendapat bantuan dobel.”,Saya punya bukti dan datanya. Ada juga satu keluarga menerima dua bantuan. Isterinya dapat, suaminya juga dapat. Ini data tidak valid,”kata politisi Perindo itu.
Samson Atapary, salah satu anggota tim pengawas Covid-19, berharap Kadinsos, menyampaikan keseluruhan data miskim agar pihaknya mencocokan dengan penerima sejumlah bantuan sosial.
Kadinsos Maluku, Saptono Pining menjelaakan, pihaknya menerima data warga penerima bansos dari kabupaten dan kota.”Data ini sudah di SK-kan oleh bupati dan walikota. Nah kalau ada yang tidak memenuhi syarat tolong sampaikan kepada kami agar diperbaiki”harap Pining.
Wakil Ketua DPRD Maluku, Asis Sangkala, mengatakan data penerima bansos yang disampaikan Kadinsos tidak sempurna, sehingga bisa dimaklumi.”Manusia pasti ada keilafan. Teknologi canggih saja belum sempurna. Nah soal data nanti kita bicarakan. Kita fokus realisasi bansos dulu,”harap Sangkala ketika memimpim rapat tersebut. (KTM)

























